Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi harga perdagangan besar (HPB) umum pada Desember 2025 sebesar 0,85% secara bulanan atau month-to-month (MtM) dibandingkan November 2025.
Secara tahunan, inflasi HPB Desember 2025 tercatat sebesar 2,83% year-on-year (YoY) dari Desember 2024.
Dilansir dari Berita Resmi Statistik (BRS) yang diterbitkan BPS, seksi hasil pertanian, kehutanan dan perikanan mengalami inflasi tertinggi yaitu 3,75% secara bulanan (MtM) dan 7,66% secara tahunan (YoY).
Mereka juga menjadi kategori harga perdagangan besar yang memberikan andil terbesar yakni masing-masing 0,68% untuk inflasi bulanan dan 1,38% untuk inflasi tahunan.
"Seksi hasil pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi penyumbang utama inflasi HPB bulanan pada Desember 2025," dikutip dari BRS yang diterbitkan BPS, Senin (5/1/2026).
Adapun secara bulanan, tingkat inflasi bulanan pada seksi makanan, minuman; tembakau, tekstil pakaian dan produk kulit merupakan yang tertinggi selanjutnya secara bulanan yakni 0,33% (MtM). Sementara itu, inflasi tahunan mencapai 2,50% (YoY).
Baca Juga
- Angkutan Penumpang November 2025 Kompak Turun, BPS: Tak Ada Hari Libur Nasional
- Target Komdigi 2026: Rerata Kecepatan Seluler 60 Mbps, Fixed Broadband 45 Mbps
- BPS: RI Bakal Punya 6,23 Juta Ton Beras Februari 2026, Naik 32,5% YoY
Selanjutnya, bijih besi dan mineral, listrik dan air mengalami inflasi 0,32% secara bulanan (MtM), namun deflasi secara tahunan yakni 0,26% (YoY).
Kemudian, barang lainnya yang dapat diangkut, kecuali produk logam, mesin dan perlengkapannya mengalami inflasi bulanan 0,21% (MtM), dan 1,39% (YoY).
Lalu, produk logam, mesin dan perlengkapannya mengalami inflasi 0,04% (MtM) dan 1,30% (YoY).
Adapun dari sisi indeks HPB khusus kelompok bangunan/konstruksi, inflasi terjadi secara bulanan 0,5% (MtM) dan 2,06% (YoY).
Pada inflasi HPB kelompok tersebut, pendorong utama adalah inflasi pada bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal sebesar 0,69% (MtM) dan 2,91% (YoY).




