Bisnis.com, JAKARTA – Produsen otomotif China, Geely Auto menorehkan penjualan moncer pada 2025, didukung oleh lonjakan permintaan kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV).
Sepanjang 2025, Geely Auto mencatatkan penjualan lebih dari 3,02 juta unit, atau naik 39% secara tahunan (year-on-year/YoY). Angka tersebut telah melampaui target akhir perusahaan sebesar 3 juta unit.
Menariknya, seiring dengan meningkatnya permintaan, Geely justru menaikkan target penjualan tahunannya dari 2,71 juta unit pada awal tahun lalu menjadi 3 juta kendaraan pada pertengahan 2025.
Sebaliknya, BYD menurunkan target penjualan tahunannya dari 5,5 juta unit menjadi 4,6 juta kendaraan pada 2025. Alhasil, Geely kian menegaskan posisinya sebagai produsen mobil China terlaris kedua di pasar global, mengejar posisi BYD.
Ekspansi Geely Auto ke pasar global juga menunjukkan hasil positif. Sepanjang 2025, ekspor kendaraan Geely ke luar negeri tercatat mencapai 420.100 unit, capaian ini sejalan dengan target penjualan ekspor yang telah ditetapkan perusahaan.
Memasuki 2026, Geely Auto memasang target penjualan yang lebih agresif, yakni 3,45 juta unit atau naik sekitar 14% dibandingkan realisasi 2025. Dari target tersebut, merek Geely diproyeksikan menyumbang 2,75 juta unit, disusul Lynk & Co sekitar 400.000 unit, dan Zeekr sebesar 300.000 unit.
Baca Juga
- Daftar Mobil China Paling Laris 2025: BYD hingga Geely
- Mobil China Geely Raih 1.200 SPK di Ajang GJAW 2025
- BYD Ungguli Geely-Chery, Rajai Mobil Listrik China di November 2025
Adapun, komitmen terhadap elektrifikasi tetap menjadi fokus utama perusahaan. Pada 2026, Geely menargetkan penjualan kendaraan energi baru mencapai 2,22 juta unit, atau tumbuh sekitar 32% dibandingkan capaian NEV sepanjang 2025. Target ini menegaskan strategi Geely dalam memperkuat posisi di segmen kendaraan listrik dan hybrid.
"Di tengah dinamika tersebut, Geely bahkan sempat menaikkan target penjualan tahunannya di pertengahan 2025, sementara BYD justru menyesuaikan targetnya ke level yang lebih konservatif," tulis laporan Carnewschina dikutip Senin (5/1/2026).
Sebagai salah satu produsen otomotif swasta terbesar di China, Geely dinilai terus memperkecil jarak dengan BYD dalam persaingan kendaraan energi baru.



