Ekspor Sulsel Anjlok, Impor Melonjak

celebesmedia.id
1 hari lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Perkembangan ekspor dan impor Sulawesi Selatan tampaknya kurang menggembirakan. Ekapor anjlok sedangkan impor melonjak.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Senin (5/1/2026) merilis data nilai ekspor yang dikirim melalui pelabuhan di Sulawesi Selatan pada periode Januari–November 2025 mencapai US$1.471,89 juta atau turun 21,23 persen dibanding periode yang sama tahun 2024. 

Nilai ekspor yang dikirim melalui pelabuhan di Sulawesi Selatan pada November 2025 saja sebesar US$128,77 juta atau turun 23,74 persen dibanding ekspor November 2024. 

Secara kumulatif, nilai impor Sulawesi Selatan pada Januari-November 2025 sebesar US$896,80 juta atau turun 7,47 persen dibanding periode yang sama tahun 2024. 

Nilai impor barang yang dibongkar melalui pelabuhan di Provinsi Sulawesi Selatan pada November 2025 mencapai US$91,47 juta. 

Angka ini mengalami peningkatan sebesar 15,94 persen bila dibandingkan nilai impor November 2024 yang sebesar US$78,89 juta.

Dalam sistem perekonomian, khususnya perdagangan internasional, ekspor barang dan jasa menghasilkan devisa, sedangkan impor membelanjakan devisa.

Nikel merupakan komoditas dengan nilai ekspor tertinggi dari Sulawesi Selatan pada November 2025, yakni sebesar US$72,48 juta (56,28 persen dari total ekspor), diikuti oleh komoditas kakao sebesar US$20,65 juta (16,04 persen), biji-bijian berminyak sebesar US$11,28 juta (8,76 persen).

Ikan dan udang sebesar US$6,05 juta (4,70 persen), serta besi dan baja sebesar US$4,88 juta (3,79 persen). 

Bila dibandingkan dengan Oktober 2025, nilai ekspor komoditas nikel turun sebesar 14,37 persen; kakao turun 5,35 persen; biji-bijian berminyak naik 0,66 persen; ikan dan udang naik 52,01 persen; serta besi dan baja turun 45,91 persen.

Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai ekspor Januari–November 2025 mengalami penurunan sebesar US$396,61 juta atau 21,23 persen. 

Penurunan ini terutama disebabkan oleh melemahnya ekspor beberapa komoditas utama, terutama besi dan baja yang turun sebesar US$159,02 juta (39,30 persen), ikan dan udang yang turun sebesar US$69,70 juta (62,93 persen), serta nikel yang turun sebesar US$55,28 juta (6,32 persen).


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dedi Mulyadi Tanggapi Berita Terkait ASN Tak Dapat Gaji Bulanan, Gubernur Jawa Barat Ungkap Fakta Sebenarnya
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Jaksa: Dakwaan Nadiem Makarim Sesuai Prosedur dan Alat Bukti Sah
• 13 jam lalutvrinews.com
thumb
Menperin Apresiasi Perpanjangan Insentif PPN DTP Rumah hingga 2026
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Setelah Guncang Venezuela, Trump Mulai Incar Negara Lain
• 7 jam lalugenpi.co
thumb
Catatan Dahlan Iskan: Gagal Sukses
• 19 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.