Administrasi Regulasi Keuangan Nasional China (National Financial Regulatory Administration) meminta bank-bank kebijakan dan lembaga keuangan besar lainnya untuk melaporkan eksposur pinjaman mereka terhadap Venezuela.
Dilansir dari Bloomberg News, Selasa (6/1) Administrasi Regulasi Keuangan Nasional China mengimbau perbankan untuk memperketat pemantauan risiko atas seluruh kredit yang terkait dengan Venezuela.
Baca Juga: Pokoknya yang Berbau 'Energi Hijau' Lagi Dimanjakan sama Pemerintah China, Apalagi Mobil Listrik
China menyebut langkah ini bertujuan menilai potensi dampak terhadap stabilitas lembaga keuangan lokal di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik akibat penculikan dari Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
China selama bertahun-tahun telah menyalurkan pembiayaan besar ke negara tersebut melalui skema pinjaman berbasis minyak (loans-for-oil), yang menjadikan negara itu sebagai salah satu penerima kredit luar negeri terbesar dari Beijing.
Baca Juga: AS Dongkrak Surplus, China Malah Tekan Neraca Dagang RI
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari otoritas mengenai langkah lanjutan yang akan diambil setelah pengumpulan data eksposur kredit tersebut.



