Pantau - Kementerian Agama (Kemenag) menyalurkan bantuan senilai Rp155 miliar untuk penanganan dan pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Dana tersebut berasal dari sinergi antara Kemenag, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Badan Wakaf Indonesia (BWI), serta lembaga-lembaga di bawah koordinasi Kemenag, termasuk masjid-masjid dan Masjid Istiqlal.
Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Ke-80 di Jakarta, Senin (5/1/2026), menyatakan komitmennya dalam memperkuat peran Kemenag dalam pelayanan kepada masyarakat.
"Kita berharap Kementerian Agama akan semakin cerah dan mampu mencerahkan kehidupan masyarakat bangsa," ujar Menag.
Bantuan Difokuskan untuk Fasilitas Keagamaan dan PendidikanDari total dana, sekitar Rp66,470 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Sumber lain berasal dari donasi aparatur sipil negara (ASN) Kemenag dan masyarakat melalui program Kemenag Peduli, serta dukungan dari Baznas, Forum Zakat (FOZ), dan Poroz.
Bantuan disalurkan secara bertahap dan dengan kehati-hatian karena sejumlah wilayah masih tergenang air, kondisi tanah belum kering, dan infrastruktur yang sebelumnya sempat terputus akibat bencana.
"Alhamdulillah, saat ini sebagian besar jembatan telah tersambung sehingga renovasi rumah ibadah, madrasah, dan pondok pesantren dapat dilanjutkan sebagai bagian dari tanggung jawab Kementerian Agama," kata Menag.
Pemanfaatan bantuan difokuskan pada pemulihan 1.137 masjid, 500 madrasah, 357 pondok pesantren, 13 perguruan tinggi keagamaan Islam, 11.202 guru madrasah, 1.122 tenaga kependidikan, dan 112.964 siswa madrasah.
Hingga kini, tercatat 935 masjid telah dipulihkan, 435 madrasah telah siap kembali beroperasi, dan 9.000 mushaf Al-Quran telah didistribusikan.
Bantuan lain yang telah disalurkan meliputi 5.886 paket sarana pembelajaran seperti meja, kursi, papan tulis, laptop, dan printer; 6.410 paket alat kebersihan; serta 792 paket peralatan darurat seperti tenda, genset, pompa air, dan alat semprot.
HAB Ke-80: Momentum Syukur dan Penguatan KomitmenDalam rangkaian peringatan HAB Ke-80, Dharma Wanita Persatuan Kemenag mengadakan kegiatan donor darah yang berhasil mengumpulkan hampir 300 kantong darah untuk disalurkan ke wilayah terdampak bencana dan rumah sakit.
"Kegiatan ini sangat membantu, mengingat stok darah di Palang Merah Indonesia dan rumah sakit sering kali menipis, khususnya menjelang dan saat bulan suci Ramadhan," ujar Menag.
Peringatan ini juga menjadi momentum bagi Kemenag untuk menegaskan komitmennya dalam memperkuat semangat kerja ikhlas beramal dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut Menag, usia 80 tahun merupakan fase yang sarat pengalaman dan tantangan, serta menjadi pengingat agar tidak larut dalam kebanggaan atas capaian.
"Capaian-capaian Kementerian Agama, termasuk indeks kerukunan umat beragama yang tertinggi sejak Republik Indonesia berdiri, patut kita syukuri. Namun, setiap capaian adalah amanah yang harus terus dijaga dan ditingkatkan," katanya.




