Washington: Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tengah mempersiapkan kemungkinan pembukaan kembali Kedutaan Besar AS di Caracas, demikian disampaikan seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS kepada kantor berita Anadolu Agency, Senin, 5 Januari 2026.
“Seperti yang disampaikan Presiden Trump, kami sedang melakukan persiapan untuk memungkinkan pembukaan kembali apabila Presiden mengambil keputusan tersebut,” ujar pejabat tersebut pada Senin, dengan syarat anonim.
Ia menambahkan, perencanaan masih berada pada tahap awal dan belum ada keputusan final yang diambil.
Saat ditanya apakah Amerika Serikat akan membuka kembali kedutaannya di Caracas, Trump mengatakan kepada wartawan di dalam pesawat Air Force One pada Minggu, “Kami sedang mempertimbangkannya.”
Kedutaan Besar AS di Venezuela ditutup pada 2019 setelah Trump mengakui anggota parlemen oposisi Juan Guaido sebagai presiden, sekaligus menolak hasil pemilihan ulang Nicolás Maduro pada 2018 yang dinilai tidak sah.
Sejak penutupan tersebut, urusan diplomatik dan konsuler Amerika Serikat terkait Venezuela ditangani melalui Kedutaan Besar AS di Kolombia.
Perkembangan ini muncul setelah operasi militer Amerika Serikat pada akhir pekan lalu yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro di Caracas dan pemindahannya ke New York.
Maduro dan istrinya, Cilia Flores, pada Senin menyatakan tidak bersalah atas dakwaan perdagangan senjata dan narkoba di pengadilan Amerika Serikat.
Baca juga: Maduro Tegaskan Dirinya Tidak Bersalah Atas Tuduhan Narkoba dan Senjata



