Program Makan Bergizi Gratis masih menjadi sentimen positif untuk saham-saham sektor bukan siklikal di 2026, khususnya emiten pemasok makanan olahan. Sentimen positif sektor ini antara lain datang dari normalisasi harga komoditas serta potensi penguatan nilai tukar rupiah, yang dapat menekan biaya bahan baku dan menjaga margin emiten.
Head of Research Korea Investment and Sekuritas Indonesia Muhammad Wafi menilai realisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menjadi pendorong tambahan bagi kinerja emiten produsen susu dan makanan olahan.
Program tersebut dinilai dapat meningkatkan volume penjualan, sehingga sektor non-siklikal tidak hanya berperan sebagai saham defensif, tetapi juga memiliki cerita pertumbuhan.
“Realisasi program MBG juga bisa jadi booster volume buat emiten produsen susu dan makanan olahan, jadi gak cuma defensif, tapi punya growth story juga,” ujarnya kepada Katadata.co.id, Senin (5/1).
Sementara itu pemerintah mengumumkan akan fokus menambah cadangan pangan program MBG pada tahun ini. Hal tersebut disebabkan, program besutan Presiden Prabowo Subianto ini akan dijalankan penuh pada 2026.
Badan Gizi Nasional memproyeksikan kebutuhan beras untuk 19 ribu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG mencapai 91,2 ribu ton pada Januari 2026. Dengan demikian, keperluan beras saat program MBG berjalan penuh akan menembus angka 1 juta topn hingga akhir tahun ini.
Kemudian kebutuhan telur saat mencapai 720 ribu ton per tahun, minyak goreng menjadi 750 ribu ton. “Ini belum menghitung kebutuhan ayam pedaging. Jadi setiap rantai pasok harus diperiksa kebutuhannya dengan baik,” kata Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan pada Senin (29/12).
Seiring dengan itu, pengeluaran belanja pemerintah dari program MBG juga akan meningkat pada tahun tahun ini, dari Rp 116 triliun pada 2025 menjadi Rp 335 triliun pada 2026.
Saham ICBP, MYOR dan CMRY DirekomendasikanDalam sektor ini, Wafi menjatuhkan pilihan utama pada PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dengan rekomendasi beli dan target harga 13.000. Menurut dia, ICBP sebagai pemimpin pasar dinilai paling siap menangkap pemulihan daya beli masyarakat, khususnya dari segmen kelas menengah ke bawah.
"Saya paling suka ICBP karena market leader yang paling siap menangkap pemulihan daya beli dari kelas bawah," katanya.
Selain itu, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) juga direkomendasikan beli dengan target harga 3.100. Wafi menilai kinerja ekspor MYOR masih kuat, ditopang oleh peningkatan pangsa pasar produk air minum dalam kemasan yang terus berlanjut.
Adapun PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) direkomendasikan hold dengan target harga 5.700. CMRY dinilai menjadi proksi langsung dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis, sehingga berpeluang mencatatkan kenaikan volume penjualan seiring implementasi program tersebut.



