IHSG diproyeksikan bergerak bervariasi menuju 9.000 pada perdagangan Rabu (7/1/2026).
IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak bervariasi menuju 9.000 pada perdagangan Rabu (7/1/2026), setelah mencatatkan reli lima hari berturut-turut dan kembali menorehkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH).
Analis Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih memperkirakan, IHSG bergerak dalam rentang 8.880-9.000. Pada perdagangan kemarin, indeks saham ditutup menguat 0,84 persen atau naik 74,41 poin ke level 8.933.
“Sentimen domestik masih cukup kuat, tercermin dari aliran dana asing yang terus masuk ke pasar ekuitas,” ujar Ratih dalam risetnya Rabu (7/1/2026).
Sepanjang perdagangan kemarin, investor asing membukukan net buy Rp591 miliar di seluruh pasar ekuitas. Sejak awal tahun, kinerja indeks sektoral juga menunjukkan tren positif, dengan sektor material dasar mencatatkan kenaikan tertinggi 8,95 persen, disusul sektor energi yang menguat 7,43 persen per 6 Januari 2026.
Kenaikan harga sejumlah komoditas, seperti nikel dan emas, serta tensi konflik geopolitik global dinilai berpotensi mendorong harga energi tetap tinggi. Kondisi ini menjadi katalis tambahan bagi saham-saham berbasis komoditas.
Dari sisi makroekonomi domestik, inflasi masih terjaga dalam sasaran Bank Indonesia di kisaran 1,5-3,5 persen. Inflasi konsumen pada Desember 2025 tercatat 2,92 persen secara tahunan (yoy).
Lonjakan inflasi terutama dipicu kenaikan harga kelompok volatile food dan administered prices seiring momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru). Namun demikian, inflasi inti masih relatif stabil di level 2,38 persen yoy, mencerminkan daya beli yang tetap terjaga.
Sementara itu, sentimen eksternal turut memberikan dorongan positif. Bursa Wall Street kembali ditutup menguat pada perdagangan Selasa (6/1/2026), dengan Dow Jones naik 0,99 persen dan Nasdaq menguat 0,65 persen.
Salah satu Gubernur The Fed, Stephen Miran, menyampaikan bahwa kebijakan moneter The Fed saat ini dinilai cukup menahan laju pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat. Dia memproyeksikan suku bunga acuan The Fed berpotensi turun lebih dari 100 basis poin sepanjang 2026.
Berikut rekomendasi saham Ajaib Sekuritas hari ini:
1. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)
Rekomendasi: Buy
Harga Penutupan: 2.000
Target Harga: 2.050
Stop loss: 1.940
AMRT berpotensi bullish continuation setelah breakout pola cup and handle di atas MA 5,20,50. Indikator MACD bar histogram positif dalam momentum akumulasi.
2. PT Bank Jago Tbk (ARTO)
Rekomendasi: Buy
Harga Penutupan: 2.020
Target Harga: 2.100
Stop loss: 1.950
ARTO berpotensi reversal dari area support setelah breakout fase sideways jangka pendek. Indikator MACD bar histogram dalam momentum akumulasi indikasi rebound.
3. PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU)
Rekomendasi: Buy
Harga Penutupan: 10.650
Target Harga: 11.100
Stop loss: 9.500
RATU bullish continuation membentuk pola cup and handle. Indikator stochastic crossing di area oversold indikasi lanjut positif dengan MACD bar histogram melemah terbatas dalam momentum akumulasi.
(DESI ANGRIANI)



