Kemenhut Optimalkan Pemanfaatan Kayu Sisa Banjir untuk Dukung Pemulihan Warga

mediaindonesia.com
1 hari lalu
Cover Berita

KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) mengoptimalkan pemanfaatan kayu sisa bencana hidrometeorologi di Aceh dan Sumatera Utara untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak. Kayu yang masih layak dimanfaatkan diarahkan untuk kebutuhan warga, termasuk pembangunan hunian sementara (huntara) dan kegiatan kemanusiaan di lokasi bencana.

Di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, pemanfaatan kayu sisa banjir dilakukan setelah melalui proses pengumpulan dan pengukuran oleh tim Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL). Hingga pertengahan Januari, tercatat sebanyak 103 batang kayu dengan volume sekitar 93,11 meter kubik berhasil diidentifikasi untuk dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat.

“Kayu yang masih dapat dimanfaatkan dikumpulkan di lokasi kejadian dan telah dilakukan pengukuran oleh tim BPHL. Hasilnya sebanyak 103 batang kayu atau setara 93,11 meter kubik,” ujar Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser Subhan, Senin (5/1). 

Pemanfaatan kayu tersebut juga melibatkan lembaga kemanusiaan Rumah Zakat bersama masyarakat setempat. Berdasarkan pantauan di lapangan, estimasi pemanfaatan kayu pada hari pelaksanaan mencapai sekitar ±3 meter kubik dengan menggunakan tujuh unit gergaji mesin. Secara kumulatif, sejak 29 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026, pemanfaatan kayu diperkirakan mencapai sekitar ±18,5 meter kubik.

Selain untuk kebutuhan hunian, sebagian kayu sisa bencana dimanfaatkan dalam kegiatan pemulihan fasilitas umum. Tim Kemenhut bersama masyarakat melakukan pembersihan serta perbaikan di sejumlah sekolah di Kecamatan Langkahan, termasuk SMP Negeri 3 dan SD Negeri 4, guna mempercepat kembalinya aktivitas pendidikan pascabencana.

Kemenhut juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pemanfaatan kayu sisa bencana dilakukan secara tertib dan sesuai ketentuan. Pada awal Januari, tim lapangan menerima kunjungan Koordinator BNPB Brigjen Asep yang berdiskusi bersama Staf Ahli Menteri Kehutanan Fahrizal Fikri dan jajaran terkait mengenai penanganan serta pemanfaatan kayu sisa banjir bagi masyarakat terdampak.

Sementara itu di Sumatera Utara, Kemenhut menyiapkan pemanfaatan kayu sisa bencana dalam rangka pembangunan hunian tetap (huntap) di lahan PTPN. Tim juga melakukan pendalaman atas temuan kayu dalam jumlah besar di Sungai Batang Toru, cabang Aek Rambe.

“Saat ini, temuan tersebut masih dalam tahap pendalaman serta penanganan lebih lanjut oleh tim terkait sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara Novita Kusuma Wardani.

Kemenhut menegaskan, pemanfaatan kayu sisa bencana menjadi bagian dari upaya pemulihan yang tidak hanya berorientasi pada pembersihan wilayah terdampak, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus menjaga kepatuhan terhadap regulasi kehutanan. (H-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Georgina Rodriguez, Anak Gembong Narkoba yang Kini Jadi Kekasih Ronaldo
• 20 jam lalurealita.co
thumb
Pemuda Masjid Dunia Kirim Alat Berat Buat Bersihkan Masjid-Vihara di Lokasi Bencana Sumatra
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Salju Lebat Lumpuhkan Penerbangan di Paris
• 18 menit laludetik.com
thumb
Kemenhut Bantah Digeledah Kejagung: Hanya Pencocokan Data
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Nenek Elina Laporkan 5 Orang ke Polisi Terkait Pemalsuan Dokumen Tanah
• 10 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.