HP Samsung Berubah Total, Bos Besar Bilang Begini

cnbcindonesia.com
1 hari lalu
Cover Berita
Foto: Novina

Jakarta, CNBC Indonesia - Samsung akan menggandakan jumlah perangkat seluler yang dibekali fitur Galaxy AI menjadi 800 juta unit pada 2026.

Langkah ini menegaskan ambisi raksasa teknologi Korea Selatan tersebut untuk memperkuat posisinya dalam persaingan global kecerdasan buatan yang kian sengit.

Co-CEO Samsung Electronics, T.M. Roh, mengatakan perusahaan akan menerapkan teknologi AI ke seluruh produk, fungsi, dan layanan secepat mungkin.


Hingga tahun lalu, Samsung telah menanamkan fitur AI berbasis Gemini milik Google ke sekitar 400 juta perangkat, termasuk smartphone dan tablet.

Sebagai pendukung terbesar ekosistem Android, strategi Samsung ini diperkirakan memberikan dorongan signifikan bagi Google, yang sedang bersaing dengan OpenAI dan pengembang AI lain dalam merebut pengguna.

Pilihan Redaksi
  • HP Mahal Diskon Gila-gilaan di RI, iPhone 16 Pro Max Turun Rp 5 Juta
  • Ambisi iPhone Lipat Apple Bisa Buyar, Ada Masalah Besar
  • Beli HP Lipat Samsung Buatan Vietnam Rp 7,5 Juta, Faktanya Begini

Samsung juga menargetkan untuk merebut kembali dominasi pasar ponsel pintar dari Apple, sekaligus menahan laju pesaing asal China. Upaya tersebut tidak hanya difokuskan pada ponsel, tetapi juga pada televisi dan peralatan rumah tangga melalui layanan AI terintegrasi.

Di sisi lain, persaingan AI global terus memanas. Google meluncurkan Gemini 3 pada November, sementara OpenAI merespons dengan mempercepat pengembangan dan meluncurkan model GPT-5.2.

Samsung menilai adopsi AI akan makin cepat, tecermin dari lonjakan kesadaran konsumen terhadap merek Galaxy AI yang kini mencapai 80% dari sekitar 30% hanya dalam waktu satu tahun.

"Meskipun teknologi AI saat ini mungkin masih terlihat meragukan, dalam enam bulan hingga satu tahun ke depan teknologi ini akan menjadi jauh lebih luas penggunaannya," ujar Roh, dikutip dari Reuters, Senin (5/1/2026).

Meski demikian, Samsung menghadapi tantangan dari kelangkaan chip memori global. Krisis ini menguntungkan bisnis semikonduktor, tetapi menekan margin di bisnis ponsel pintar. Roh mengakui dampaknya tidak terelakkan dan membuka peluang penyesuaian harga produk.

Sementara itu, pasar ponsel lipat yang dipelopori Samsung tumbuh lebih lambat dari perkiraan. Meski demikian, Roh optimistis segmen ponsel lipat akan menjadi arus utama dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Ia menyebut tingkat loyalitas pengguna ponsel lipat sangat tinggi, meski tidak memerinci angkanya.

Menurut Counterpoint, Samsung menguasai hampir dua pertiga pasar ponsel lipat global pada kuartal ketiga 2025. Namun, perusahaan menghadapi persaingan ketat dari produsen China seperti Huawei, serta Apple yang diperkirakan meluncurkan ponsel lipat pertamanya tahun ini.


(dem/dem)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Inovasi Telkom Memberdayakan Infrastruktur Hulu ke Hilir

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Disperdagkop Kendari Tuntaskan Pendampingan 600 UMKM Tahun 2025
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Istana Anggarkan Rp60 Triliun untuk Darurat Bencana Tahun 2026
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa dan Satyalancana pada Mentan Amran hingga Tokoh Tani
• 12 jam laluokezone.com
thumb
Awas! Bareskrim: Manipulasi Foto Asusila Lewat Grok AI Bisa Dipidana
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Pastikan Pasokan BBM Tetap Andal di Tengah Pemulihan Aceh, Pertamina Patra Niaga Perkuat Sinergi
• 4 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.