Prabowo Anggap Kritik sebagai 'Pengaman': Saya Bersyukur Kalau Dikoreksi

suara.com
1 hari lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto anggap kritik sebagai pengaman yang harus disyukuri.
  • Kritik dinilai dapat membantu dan menyelamatkan pemimpin dari berbuat kesalahan.
  • Ia akan buktikan dengan kerja nyata, meski ada pihak yang terus mengkritik.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan kritik yang ditujukan kepadanya. Sebaliknya, ia memandang positif setiap kritik karena menganggapnya sebagai pengingat dan "pengaman" yang membantunya terhindar dari kesalahan.

"Kalau ada kritik, malah kita harus bersyukur. Kalau saya dikoreksi, saya menganggap bahwa saya dibantu, saya diamankan," kata Prabowo dalam pidatonya di Perayaan Natal Nasional di Tennis Indoor Senayan, Senin (5/1/2026).

Belajar dari Pengalaman Sederhana

Untuk menggambarkan pandangannya, Presiden menceritakan beberapa pengalaman pribadi yang sederhana. Ia mencontohkan bagaimana seorang ajudan seringkali mengingatkannya soal hal-hal kecil, seperti kancing baju yang lupa dipasang.

"Kadang-kadang saya dongkol juga sama ajudan saya, cerewet banget. Tapi sesungguhnya dia menjaga saya. Berapa kali saya diselamatkan," ujar Prabowo.

Ia juga mengenang masa-masanya saat masih aktif sebagai tentara.

"Pernah suatu ketika, saya lupa mengenakan tanda pangkat. Lari anak buah saya, 'Pak, jangan keluar, tanda pangkat Bapak tidak lengkap!'. Dia mengamankan saya. Kritik dan koreksi itu menyelamatkan," kenangnya.

Kritik Militerisme Jadi Bahan Evaluasi

Prabowo bahkan berterima kasih kepada para pengkritiknya. Ia mencontohkan bagaimana kritik mengenai gaya kepemimpinannya yang disebut 'militerisme' justru menjadi bahan evaluasi bagi dirinya.

Baca Juga: Serasa Magang saat Jabat Menhan, Prabowo Ungkap Alasan Boyong Menteri Jokowi ke Kabinet

"Jadi saya terima kasih kalau ada yang teriak-teriak, 'Prabowo ini mau hidupkan lagi militerisme'. Wah, baru saya koreksi, apa benar? Baru kita panggil ahli hukum untuk melihat di mana batas kepemimpinan yang terlalu otoriter," kata Prabowo.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan akan terus bekerja dengan bukti, meskipun ada pihak-pihak yang terus melontarkan kritik.

"Tidak apa-apa, kita akan bekerja dengan bukti, bukan dengan janji saja," pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Retret Hambalang dan Kepemimpinan Berbasis Aksi Nyata
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Prabowo Targetkan Sita 4-5 Juta Hektare Lahan Kebun Sawit dan Tambang Ilegal
• 14 jam lalukatadata.co.id
thumb
Marah Anaknya Dibilang akan Tinggalkan Juventus, Ayah McKennie: Hentikan Clickbait Omong Kosong Ini!
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Dana Haji Khusus Tertahan, Legislator Minta Jangan Merugikan Jemaah
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
China Perketat Aturan Live-Streaming E-Commerce
• 13 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.