Penulis: Rifiana Seldha
TVRINews, Jakarta
Sisa limbah kayu akibat banjir di sejumlah wilayah Sumatera dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur dan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana. Pemanfaatan kayu tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, termasuk lembaga kemanusiaan, sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Subhan, mengatakan kayu yang hanyut terbawa banjir telah dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan huntara di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Hingga saat ini, tercatat tiga unit hunian sementara (huntara) masih dalam proses pembangunan,” kata Subhan, dalam siaran pers yang dilansir dari situs resmi Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Senin, 5 Januari 2026.
Berikut penampakan Huntara Papan Kayu yang sudah selesai dibangun di Aceh Utara. Hunian sementara bagi warga yang terdampak banjir ini dibangun dengan kayu sisa banjir yang dimanfaatkan menjadi hunian sementara yang terdampak banjir di Aceh Utara.
Hunian Sementara Papan Kayu ini dibangun melalui kolaborasi Kementerian Kehutanan, Rumah Zakat, Tangguh, dan Bulaksumur Peduli. Huntara ini mempunyai luas 6x6 meter persegi, memiliki teras depan, 2 kamar tidur dan 1 ruang tengah.
Ia menjelaskan, pemanfaatan kayu sisa bencana juga dilakukan oleh lembaga kemanusiaan Rumah Zakat bersama masyarakat setempat.
“Pada hari ini, pemanfaatan kayu diperkirakan mencapai sekitar tiga meter kubik menggunakan tujuh unit gergaji mesin. Secara akumulatif sejak 29 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026, jumlahnya sekitar 18,5 meter kubik,” ujarnya.
Berdasarkan informasi dari laman resmi Kemenhut, data tersebut masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui. Hingga saat ini, tiga unit hunian sementara masih dalam tahap pembangunan.
Subhan menambahkan, kayu yang masih layak dimanfaatkan telah dikumpulkan di lokasi kejadian dan dilakukan pengukuran oleh tim Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL).
“Kayu yang masih dapat dimanfaatkan dikumpulkan di lokasi kejadian dan telah dilakukan pengukuran oleh tim Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI), dengan hasil sebanyak 103 batang kayu atau setara 93,11 meter kubik,” lanjut Subhan.
Selain kegiatan di lapangan, pada hari yang sama tim juga menerima kunjungan Koordinator BNPB Brigjen Asep. Kunjungan tersebut diisi dengan diskusi bersama Staf Ahli Menteri Kehutanan Fahrizal Fikri serta jajaran terkait, termasuk Kepala Balai Gakkum Wilayah Sumatera dan Kepala BPKH Aceh. Diskusi tersebut membahas penanganan serta pemanfaatan kayu sisa banjir.
Sebagai informasi juga, pada malam harinya, pertemuan lanjutan digelar bersama lembaga Rumah Zakat untuk membahas percepatan pembangunan huntara berbahan kayu sisa bencana. Harapannya, Hunian Sementara Papan Kayu ini bisa segera diaplikasikan di semua lokasi yang terdampak banjir.
Editor: Redaksi TVRINews



:strip_icc()/kly-media-production/medias/3161542/original/043729400_1593000862-Ilustrasi_Gajah.jpg)

