Samsung Electronics diperkirakan mencatatkan lonjakan laba operasional sebesar 160 persen pada kuartal IV-2025.
IDXChannel - Samsung Electronics diperkirakan mencatatkan lonjakan laba operasional sebesar 160 persen pada kuartal IV-2025.
Dilansir dari Selasa (6/1/2026), lonjakan ini dipicu oleh kekurangan chip yang parah sehingga harga melonjak tajam.
Harga chip semikonduktor telah meroket dalam beberapa bulan terakhir. Pergeseran produksi ke chip terkait kecerdasan buatan (AI) membatasi produksi chip memori umum
Menurut survei LSEG SmartEstimate terhadap 31 analis, Samsung kemungkinan mencetak laba operasional sebesar 16,9 triliun won atau sekitar Rp196 triliun pada Oktober-Desember 2026.
Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 6,49 triliun won yang dicatat pada kuartal IV-2024, serta laba kuartalan tertinggi sejak kuartal III-2018.
Produsen chip memori terkemuka di dunia ini akan merilis perkiraan pendapatan dan laba operasinya pada Kamis.
"Karena harga DRAM konvensional terus melonjak, Samsung - yang kapasitas produksinya sebagian besar terkonsentrasi di segmen ini - berpotensi mendapatkan keuntungan yang relatif lebih besar dari siklus kenaikan harga saat ini," kata analis TrendForce Avril Wu.
Harga untuk jenis chip DRAM DDR5 melonjak 314 persen pada kuartal IV-2025. Chip DRAM digunakan di server, komputer, dan ponsel pintar untuk menyimpan data sementara dan membantu menjalankan program dan aplikasi dengan lancar dan cepat. (Wahyu Dwi Anggoro)





