Grid.ID - Motif pembunuh anak politisi PKS di Cilegon terungkap. Rugi kripto hingga penyakit kanker disebut jadi pemicunya.
Pelaku pembunuhan MAHM (9), anak dari anggota Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon, Maman Suherman telah berhasil ditangkap. Pelaku berinisial HA (31) diringkus tim gabungan saat hendak mencuri di rumah mantan anggota DPRD Kota Cilegon Roisyudin Sayuri.
Lokasi penangkapan ini ada di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus, Kecamatan Cilegon, pada Jumat (3/1/2026). Penangkapan ini berawal dari laporan asisten rumah tangga (ART) yang melihat pria tak dikenal ada di ruang tamu rumah tersbeut, sekitar pukul 11.55 WIB.
Saat hendak ditangkap, pelaku sempat bersembunyi di kolong mobil yang terparkir di garasi rumah. Setelah ditangkap, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa HA merupakan pelaku pembunuhan MAHM.
Usai dilakukan pemeriksaan, pelaku ternyata merupakan karyawan swasta di sebuah perusahaan ternama di Cilegon. Hal ini terungkap melalui Surat Izin Mengemudi (SIM) dan kartu anggota serikat pekerja yang dibawa HA.
Setelah diamankan, pelaku kemudian dibawa oleh petugas Resmob Cilegon untuk pengembangan lebih lanjut. Dalam perkembangannya, HA kemudian mengaku bahwa dia telah membunuh anak politikus PKS, Maman Suherman.
Melansir dari Serambinews.com, selain pengakuan pelaku, polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti yang memiliki persesuaian dengan kasus pembunuhan anak Maman Suherman. Selanjutnya, aparat juga mengungkapkan motif pembunuhan yang dilakukan HA.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten Kombes Dian Setyawan mengungkapkan bahwa pelaku pembunuhan, awalnya ingin mencuri di rumah yang berlokasi di Perumahan BBS III, Ciwaduk, Banten. Namun, aksinya dipergoki korban hingga menghabisi nyawa menggunakan pisau.
"Yang bersangkutan ini melakukan aksinya karena dilatarbelakangi motif ekonomi," kata Dian.
Dian menjelaskan, penyidik mengetahui bahwa HA ternyata sempat bermain saham kripto melalui aplikasi dengan modal awal Rp 400 juta. Modal tersebut diperoleh dari tabungannya bersama sang istri.
Dari modal sebanyak Rp 400 juta, kemudian berkembang mendapatkan keuntungan senilai kurang lebih Rp 4 miliar. Selanjutnya, HA kembali memasukan modalnya di kripto lagi, namun mengalami kekalahan.
Setelah kalah, dia kemudian meminjam uang ke Bank Mandiri Rp 700 juta, ke Koperasi Rp 70 juta, dan pinjaman online (Pinjol) Rp 50 juta untuk kembali main kripto. Bukannya mendapatkan untung, HA justru kembali kalah dan menimbun banyak utang.
"Tapi hasilnya diperolehnya yang bersangkutan kalah kembali," sebutnya.
Adapun, motif pembunuh anak politisi PKS lainnya yaitu, HA disebut membutuhkan biaya pengobatan penyakit kanker stadium 3 yang dideritanya sejak tahun 2020. Hal ini diketahui dari bukti rekam medis rumah sakit dari handphone pelaku.
"Yang bersangkutan rutin tiap minggu melaksanakan pengobatan rutin maupun kontrol dokter dengan pengobatan kemoterapi di rumah sakit S di daerah Semanggi," ujar Dian, dilansir dari Kompas.com.
Lantaran utang yang menumpuk dan biaya pengobatan, membuat HA akhirnya melakukan tindakan kriminal. Kini, HA masih menjalani pemeriksaan intensif dari pihak kepolisian untuk mempertanggungjawabkan pebuatannya.
"Karena impitan ekonomi inilah mendorong yang bersangkutan untuk melakukan tindak pidana ini," tandasnya. (*)
Artikel Asli



