Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Padang
Pemerintah terus memperkuat kualitas dan pemerataan layanan pendidikan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Sebanyak 25 satuan pendidikan di Provinsi Sumatra Barat menjadi penerima program tersebut, dengan peresmian simbolis yang dipusatkan di SMK Negeri 1 Sumatra Barat, Kota Padang, Senin, 5 Januari 2026.
Program revitalisasi mencakup pembangunan dan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, mulai dari ruang kelas, toilet siswa, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), perpustakaan, hingga ruang praktik siswa dan fasilitas pendukung pembelajaran lainnya. Upaya ini ditujukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak, aman, dan kondusif bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa revitalisasi satuan pendidikan merupakan langkah strategis pemerintah dalam menjalankan amanat konstitusi.
“Tidak mungkin suatu bangsa dapat maju tanpa ditopang oleh fasilitas pendidikan yang layak. Selama puluhan tahun, masih banyak sekolah yang belum tersentuh perbaikan. Karena itu, program revitalisasi ini menjadi ikhtiar besar untuk mempercepat peningkatan kualitas layanan pendidikan,”kata Atip dalam keterangan tertulis, Selasa, 6 Januari 2026.
Ia menjelaskan, pelaksanaan revitalisasi menggunakan skema swakelola agar anggaran lebih efisien dan dapat menjangkau lebih banyak sekolah. Menurutnya, pendekatan tersebut terbukti efektif pada pelaksanaan tahun sebelumnya.
“Dengan anggaran sekitar Rp16,9 triliun, kita mampu merevitalisasi lebih dari 16 ribu satuan pendidikan. Skema swakelola membuat biaya nonteknis dapat ditekan sehingga anggaran lebih fokus pada pembangunan fisik sekolah,” jelasnya.
Atip menekankan bahwa revitalisasi tidak hanya menyasar aspek fisik, tetapi juga harus diiringi penguatan karakter dan ekosistem pendidikan.
“Selain revitalisasi fisik, kita juga perlu melakukan revitalisasi nonfisik, terutama dalam membangun karakter peserta didik dan mencegah masuknya paham serta praktik yang menyimpang di lingkungan pendidikan,” tegasnya.
Kepala SMK Negeri 1 Sumatra Barat, Zulkifli, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah melalui program tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pada 2025 sekolahnya menerima enam paket bantuan revitalisasi dengan total nilai sekitar Rp6,96 miliar.
“Kami menerima bantuan berupa ruang praktik siswa, ruang kelas baru, UKS, serta toilet siswa. Seluruh pekerjaan telah selesai dan dilaporkan pada November 2025. Bantuan ini sangat berdampak terhadap motivasi guru dan siswa dalam proses pembelajaran,”ungkap Zulkifli.
Sementara itu, salah satu siswa kelas XI jurusan Mekatronika SMK Negeri 1 Sumatra Barat, Muhammad Rasya, mengaku merasakan langsung manfaat revitalisasi fasilitas sekolah.
“Sekarang ruang praktik kami jauh lebih baik. Belajar jadi lebih nyaman dan kami lebih mudah memahami pelajaran praktik. Ini membuat kami semakin semangat untuk meningkatkan kemampuan,”ucapnya.
Melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus merealisasikan program prioritas Presiden Republik Indonesia dalam mempercepat pemerataan dan peningkatan kualitas sarana pendidikan nasional. Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi seluruh peserta didik di Indonesia.
Editor: Redaksi TVRINews



