Emiten konglomerat RI Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), mengumumkan langkah strategis di awal Januari 2026. Tak hanya itu, perusahaan juga mengumumkan pengunduran diri direktur dan komisaris.
Chandra Asri sebagai entitas pengendali PT Wastewater Solution Indonesia atau PT WSI, melihat peluang kerja sama untuk memperkuat sinergi usaha sekaligus mendukung pengembangan dan ekspansi PT WSI melalui optimalisasi peralatan milik TPIA.
Dalam aksi ini, TPIA melakukan akta jual beli peralatan perusahaan senilai Rp 84 miliar, yang mencakup tangki dan kapal, mesin, SKIDS, serta peralatan lainnya.
“Melalui transaksi ini, PT WSI memperoleh kepemilikan atas peralatan yang diperlukan untuk kegiatan usahanya,” ucap manajemen TPIA dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (6/1).
Resmi Kuasai SPBU Esso SingapuraDi samping itu Chandra Asri Pacific kini resmi menuntaskan akuisisi jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU bermerek Esso di Singapura. Penyelesaian transaksi ini dilakukan setelah seluruh persetujuan regulasi dan ketentuan penutupan terpenuhi.
Manajemen TPIA menyebut aksi akuisisi pemimpin pasar SPBU di Singapura itu menjadi bagian dari strategi perseroan dalam membangun platform infrastruktur energi yang terintegrasi dan tangguh.
“Perseroan akan terus mengejar peluang pertumbuhan yang sejalan dengan tujuan bisnis jangka panjang, serta penciptaan nilai berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan,” ujar manajemen TPIA.
Aksi akuisisi itu berlangsung setelah anak usaha TPIA yaitu PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) memberikan pinjaman kepada perusahaan saudari, PT Chandra Asri Capital Pte. Ltd. (CAC) US$ 95 juta atau Rp 1,59 triliun (kurs Rp 16.730 per US$). Perjanjian pinjaman ini diteken pada 18 Desember 2025 dengan jangka waktu hingga 31 Desember 2030. TPIA menggelontorkan US$ 1 miliar atau Rp 16,73 triliun untuk mengakuisisi penuh SPBU terkemuka di Singapura itu.
Sebelumnya, TPIA menandatangani perjanjian jual beli atau sale and purchase agreement (SPA) untuk mengakuisisi jaringan SPBU Esso milik ExxonMobil di Singapura. Akuisisi dilakukan melalui perusahaan bertujuan khusus atau special purpose vehicle (SPV) di bawah anak usaha yang sepenuhnya dimiliki Chandra Asri Group.
Jaringan SPBU Esso di negara Singa tersebut mencakup sekitar 60 lokasi yang terdiri dari 27 lahan dengan kepemilikan penuh dan 33 lahan sewa. Berdasarkan jumlah lokasi maupun volume penjualan bahan bakar, total penjualan SPBU tersebut mencapai sekitar 2,4 juta barel bahan bakar per tahun.
Mundurnya 2 Petinggi TPIASeiring dengan itu, manajemen juga mengumumkan penerimaan surat pengunduran diri Suwit Wiwattanawanich sebagai Direktur dan Santi Wasanasiri sebagai Komisaris per 31 Desember 2025. Sesuai ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan POJK 33/2014, pengunduran diri ini akan diputuskan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terdekat.
“Sebelum pengunduran diri tersebut diputuskan oleh RUPS dan berlaku efektif, Suwit Wiwattanawanich dan Santi Wasanasiri akan tetap wajib melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan, peraturan Pasar Modal dan peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku,” ucap manajemen TPIA.
Adapun Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) akan diselenggarakan pada Senin, 26 Januari 2026 mendatang di Wisma Barito Pacific. Mata acara dalam agenda penting itu yakni menyetujui perubahan susunan pengurus Chandra Asri Pacific.
“Mata Acara ini dilakukan untuk mengubah susunan pengurus perseroan berdasarkan usulan dari pemegang saham TPIA,” demikian tertulis dalam pemanggilan RUPS.




