JAKARTA, KOMPAS.com - Wajah-wajah cemas pengendara terlihat ketika nekat menerobos banjir rob di Jalan RE Martadinata persis samping Jakarta International Stadium (JIS), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (5/1/2026).
Beberapa pengendara terlihat berusaha menjaga keseimbangan di atas motor agar kakinya tidak menyentuh aspal Jalan RE Martadinata yang sedang tergenang banjir rob kurang lebih setinggi 10 hingga 20 sentimeter (Cm).
Sedangkan beberapa pengendara motor lagi terlihat pasrah sepatu dan celananya basah karena tak bisa menahan keseimbangan di tengah genangan banjir.
Baca juga: Jalan RE Martadinata Selalu Dihantui Banjir Rob
Kepadatan lalu lintas memang sering terjadi setiap kali Jalan RE Martadinata terendam banjir rob. Sebab, lebar jalan ini hanya sekitar 10 meter.
Lebar jalan yang hanya 10 meter tersebut, empat meternya ditutup menggunakan pagar seng karena sedang dilakukan pembangunan jalan tol di sepanjang RE Martadinata.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=indepth, Jalan RE Martadinata, banjir rob Jakarta, banjir rob di jakarta utara, Jakarta International Stadium, Banjir rob, Jakarta Utara&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wNi8xMzI4MTYwMS9qZXJpdC1oYXRpLXBlbmdlbmRhcmEteWFuZy1zZXJpbmctdGVyamViYWstYmFuamlyLXJvYi1kaS1qYWxhbi1yZQ==&q=Jerit Hati Pengendara yang Sering Terjebak Banjir Rob di Jalan RE Martadinata§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `Jalan yang sempit, ditambah banjir membuat lalu lintas di lokasi ini begitu karut marut, padahal Jalan RE Martadinata merupakan akses vital yang dilalui banyak pengendara mulai dari truk, sepeda motor, hingga minibus sekalipun.
Banjir pagi dan sore hariKemacetan disebabkan karena banjir rob yang terjadi di Jalan RE Martadinata biasanya saat jam-jam sibuk orang berangkat dan pulang bekerja, seperti pagi atau sore hari.
"Banjir terus, kadang enggak menentu terjadinya di pagi atau sore hari tergantung air lautnya. Itu kan jam-jam orang sibuk pada keluar atau pulang kerja," ucap salah satu sopir truk bernama Maryadi (45) ketika diwawancarai Kompas.com di lokasi, Senin (5/1/2026).
Maryadi mengaku, begitu lelah karena harus menghadapi banjir setiap bulannya di Jalan RE Martadinata dan membuat waktu tempuh perjalanannya menjadi lebih lama.
Selain itu, ia juga khawatir apabila banjir di RE Martadinata tidak tertangani dengan baik maka air yang menggenang di jalan akan lebih tinggi dan membuat pengendara lebih tersiksa lagi.
Baca juga: Jakpro: Banjir Rob di Jakut Sudah Terjadi Sebelum JIS Dibangun
Keluhan yang sama juga disampaikan oleh pengendara motor bernama Intan (29) yang setiap harinya harus melewati Jalan RE Martadinata ketika mau berangkat bekerja.
Sudah bertahun-tahun lamanya, Intan mengaku begitu terganggu karena banjir rob sering menggenangi Jalan RE Martadinata yang menjadi akses vital di Jakarta Utara.
"Terganggu banget lah hampir setiap bulan di sini selalu banjir rob, keseringan banjirnya pagi pas orang berangkat kerja, kadang airnya juga tinggi hampir seknalpot motor saya," tutur Intan.
Intan mengaku, selalu tegang ketika terpaksa menerobos banjir rob di Jalan RE Martadinata, karena ia takut motornya mogok di tengah genangan.
Baca juga: JIS Disebut Jadi Penyebab Banjir Rob di Jalan RE Martadinata, Jakpro Buka Suara
Ditambah lagi, ketika banjir dan macet, para pengendara motor harus bersebelahan langsung dengan kendaraan besar seperti truk trailer dan kontainer.




