TEKA-teki mengenai masa depan Ruben Amorim di Manchester United akhirnya terjawab. Manajemen Setan Merah resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih asal Portugal tersebut setelah 14 bulan yang penuh gejolak, Senin (5/1).
Keputusan ini diambil menyusul hasil imbang 1-1 melawan Leeds United dan perselisihan terbuka dengan jajaran direksi klub. Publik sepak bola dunia kini kembali menyoroti sosok pelatih berusia 40 tahun ini.
Datang dengan reputasi mentereng sebagai salah satu takitisi muda terbaik Eropa, Amorim justru mencatatkan rekor finis terburuk United di era Premier League. Lantas, siapakah sebenarnya Ruben Amorim? Berikut adalah ulasan mendalam mengenai profil dan jejak karirnya.
Profil Ruben AmorimSebelum dikenal sebagai pelatih yang identik dengan formasi 3-4-3, Ruben Filipe Marques Amorim adalah seorang gelandang tengah yang disegani di Portugal. Lahir di Lisbon pada 27 Januari 1985, Amorim menghabiskan sebagian besar karir bermainnya bersama raksasa Portugal, Benfica.
Baca juga : Legenda MU Terkejut Amorim Didepak Begitu Cepat
Sebagai pemain, ia dikenal memiliki kecerdasan taktikal tinggi meski kerap diganggu cedera. Ia memenangkan 3 gelar Primeira Liga bersama Benfica dan pensiun dini pada usia 32 tahun pada 2017. Pensiun dini ini justru memberinya waktu lebih banyak untuk belajar ilmu kepelatihan, sebuah keputusan yang kelak mengubah peta sepak bola Portugal.
Jejak Karir Kepelatihan: The Meteoric RiseKarir kepelatihan Amorim melesat dengan kecepatan yang tidak wajar. Ia tidak meniti karir dari bawah dalam waktu lama, melainkan langsung memberikan dampak instan di setiap klub yang ia singgahi.
1. Casa Pia & Braga (2018-2020)Amorim memulai karir di divisi tiga bersama Casa Pia, namun namanya meledak saat menangani SC Braga. Hanya dalam waktu dua bulan (Desember 2019 - Maret 2020), ia mempersembahkan trofi Taça da Liga (Piala Liga Portugal) dengan mengalahkan FC Porto di final. Rekor tak terkalahkannya bersama Braga membuat Sporting CP rela membayar klausul rilis sebesar €10 juta—angka fantastis untuk pelatih yang baru seumur jagung.
Baca juga : 14 Bulan Era Ruben Amorim di Manchester United, dari Harapan Berakhir Pahit
2. Sporting CP (2020-2024): Mengakhiri Puasa 19 TahunDi sinilah legenda Amorim tercipta. Pada musim penuh pertamanya (2020/21), ia membawa Sporting CP menjuarai Primeira Liga, mengakhiri puasa gelar liga selama 19 tahun. Ia mengubah Sporting menjadi mesin kemenangan yang efisien dengan mengandalkan pemain muda dan sistem tiga bek yang solid. Total, ia mempersembahkan 2 gelar Liga Portugal dan 2 Piala Liga sebelum akhirnya dipinang Manchester United pada November 2024 untuk menggantikan Erik ten Hag.
Masa Kelam di Manchester United (Nov 2024 - Jan 2026)Kedatangan Amorim di Old Trafford pada November 2024 disambut dengan ekspektasi tinggi. Ia diharapkan menjadi "The New Mourinho" yang bisa mengembalikan kejayaan United. Namun, realitas di lapangan berkata lain.
- Musim 2024/25: United finis di peringkat 15 Premier League, posisi terendah klub dalam sejarah kompetisi modern. Meski berhasil mencapai final Europa League, mereka kalah dari Tottenham Hotspur, yang membuat United absen di Liga Champions.
- Awal Musim 2025/26: Ketegangan mulai muncul antara Amorim dan Direktur Sepak Bola Jason Wilcox terkait kebijakan transfer. Puncaknya terjadi pada Januari 2026, ketika Amorim secara terbuka mengkritik struktur klub pasca hasil imbang melawan Leeds, yang berujung pada pemecatannya.
Data tidak berbohong. Penurunan drastis performa Amorim terlihat jelas saat membandingkan statistiknya di Portugal dengan di Inggris. Sistem 3-4-3 yang mematikan di Liga Portugal tampak rapuh saat diterapkan di kerasnya Premier League.
Klub Periode Laga Menang Win Rate (%) Trofi Utama SC Braga 2019 - 2020 13 10 76.9% 1x Piala Liga Sporting CP 2020 - 2024 231 164 71.0% 2x Liga Portugal Man United 2024 - 2026 63 24 38.1% - Apa Selanjutnya?Meski gagal total di Manchester United, reputasi Amorim sebagai pelatih berbakat diyakini tidak akan hancur sepenuhnya. Usianya yang baru menginjak 40 tahun membuatnya masih memiliki karir panjang. Beberapa pengamat memprediksi ia akan kembali ke Italia atau Spanyol untuk membangun ulang karirnya, sementara Manchester United kini menunjuk Darren Fletcher sebagai pelatih interim.
Kasus Ruben Amorim menjadi pelajaran berharga bahwa kesuksesan di satu liga tidak selalu dapat diduplikasi di Premier League, terutama di klub dengan tekanan sebesar Manchester United. (Z-10)



