Kriuk-kriuk Rujak Rumput Laut Bulung Boni dengan Kuah Pindang Khas Bali

kumparan.com
1 hari lalu
Cover Berita

Rujak bulung boni adalah satu kuliner khas Bali yang menggunakan bahan rumput laut sebagai sajian utamanya. Kudapan tradisional ini memiliki tekstur unik yang kriuk bak "boba" alami dari laut.

Mengutip website Seaweed Network, dalam bahasa Bali "bulung" berarti rumput laut, sedangkan "boni" merujuk pada bentuknya yang menyerupai buah buni, bulat kecil-kecil dengan tekstur kenyal.

Kuliner tradisional ini populer terutama di wilayah pesisir Bali seperti Denpasar dan kawasan Sanur. Wilayah seperti ini merupakan tempat penghasil rumput laut segar bisa banyak ditemukan. Kemudian, oleh warga setempat rumput laut tersebut dijadikan makanan khas yakni rujak.

Setiap daerah di Bali memiliki variasi rujak bulung boni tersendiri. Sajian ini dipercaya sudah ada sejak lama, seiring dengan tradisi masyarakat pesisir Bali yang akrab memanfaatkan hasil laut sebagai bahan pangan.

Kebetulan kumparanFOOD beberapa waktu lalu saat ke Bali menyempatkan untuk mencicipi makanan unik satu ini. Bahan rumput laut ini termasuk musiman dan tidak sepanjang tahun akan ada. Jadi, mumpung sedang musimnya, kami pun mencoba di salah satu warung rujak di Kerobokan, Bali.

Warung Rujak Wareg, namanya, menyediakan aneka rujak khas Bali. Bahan yang digunakan mulai dari aneka buah-buahan umum seperti mangga, jambu, pepaya, nanas, kedondong, mentimun dan lainnya; hingga buah-buahan langka seperti juwet, buni, rambutan, hingga jeruk Bali.

Kendati menjadi salah satu menu unik adalah rujak bulung boni, bulung putih, dan bulung hijau. Semuanya merupakan jenis rujak berbahan rumput laut. Nah, pas sekali kami mau mencoba rujak bulung boni. Kami memesan rujak bulung boni dengan kuah pindang.

Rujak ini memiliki tampilan sederhana saja. Ada kuah pindang yang dipadukan terasi sehingga membuatnya tampak kemerahan, kemudian dicampur dengan bulung boni yang seperti anggur.

Begitu kami coba, tekstur kriuk-kriuk bulung boni dengan sensasi meletup layaknya menikmati boba, begitu unik. Bulung boni ini juga punya terasa sedikit licin dan berlendir namun tidak bikin enek atau mual.

Sementara paduan kuah pindang ikan dengan aroma terasi yang menyengat menghasilkan rasa asin, gurih, sedikit amis; yang juga berpadu dengan pedas dari cabai rawit. Benar-benar unik. Kendati tekstur, rasa dan aroma laut yang begitu kuat, mungkin akan membuat sebagian orang kurang menyukai rujak satu ini.

Nah, soal harga, rujak bulung boni ini cukup terjangkau hanya Rp 15 ribuan per porsi. Selain disajikan dengan kuah pindah, kamu juga bisa mencoba rujak bulung boni gula pasir atau gula Bali.

Bagaimana, kamu tertarik mencoba juga?


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sahabat Nangis Jadi Pendamping Ranty Maria Menikah dengan Rayn Wijaya
• 2 jam lalugenpi.co
thumb
Awas! Bareskrim: Manipulasi Foto Asusila Lewat Grok AI Bisa Dipidana
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Prabowo Bentuk Satgas Pascabencana Sumatra
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Menperin Optimis Perpanjangan Insentif Rumah Jaga Pertumbuhan Industri Manufaktur RI
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Ridwan Kamil Resmi Jadi Duda,  Atalia Resmi Menjanda  
• 8 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.