PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengungkapkan adanya transaksi afiliasi senilai Rp39.375.314.421 yang melibatkan dua entitas anak usahanya, yakni PT Batutua Tembaga Raya (BTR) dan PT Merdeka Mining Indonesia (MMI).
"Berdasarkan perjanjian, BTR sepakat untuk menyewakan alat berat yang merupakan aset milik BTR kepada MMI, sehingga aset tersebut dapat terutilisasi secara sesuai dengan kebutuhan MMI," kata manajemen.
Dari sisi kepemilikan, BTR merupakan perusahaan terkendali Perseroan dengan porsi kepemilikan saham secara langsung sebesar 99,99%. Sementara itu, MMI juga berstatus perusahaan terkendali Perseroan dengan kepemilikan saham tidak langsung sebesar 57,49%.
Baca Juga: Pani Siap Produksi Emas Nasional, Targetkan Penuangan Perdana Kuartal I 2026
"Transaksi bukan merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam POJK 17/2020 karena nilai Transaksi tidak mencapai 20% dari nilai ekuitas Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Interim Perseroan dan entitas anak untuk periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan," ujar manajemen.
Dengan terlaksananya transaksi tersebut, Perseroan berharap pemanfaatan aset milik BTR dapat dimaksimalkan untuk menunjang kebutuhan operasional MMI, khususnya dalam mendukung pelaksanaan proyek Tambang Emas Pani.
Selain itu, kerja sama antar entitas afiliasi ini dinilai lebih efisien dan efektif dibandingkan jika dilakukan dengan pihak non-afiliasi, mengingat keduanya berada dalam satu grup usaha.
Baca Juga: Daftar 10 Negara Pemilik Cadangan Emas Terbesar Dunia, Salah Satunya Indonesia
"Struktur ini memungkinkan Perseroan untuk tetap menjaga kontrol, menyelaraskan tujuan bisnis antar entitas dalam grup, serta memastikan pemanfaatan aset secara optimal sesuai dengan kebutuhan operasional MMI," sebut manajemen.
Lebih jauh, transaksi ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kinerja MMI yang pada akhirnya memberi dampak positif bagi kinerja Perseroan secara keseluruhan.
Manfaat tersebut tidak hanya dirasakan langsung oleh anak-anak perusahaan, tetapi juga berpotensi menciptakan nilai tambah dan memperkuat nilai investasi bagi para pemegang saham Perseroan secara tidak langsung.




/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F07%2F09%2Fcd843995735758dd61b7c2140175a6ce-20250709TOK9.jpg)