Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pihaknya terus memonitor informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait cuaca ekstrem di Jakarta.
Dia menjelaskan informasi tersebut bermanfaat untuk menyiapkan langkah-langkah yang harus dilakukan Pemprov Jakarta dalam menghadapi cuaca ekstrem.
“Jadi pemerintah DKI Jakarta day by day selalu memonitor info dari BMKG, karena pengalaman kami akan lebih baik kalau tindakan preventif itu dilakukan,” ujar Pramono di Jakarta Timur, Selasa (6/1/2026).
Pramono menuturkan Pemprov Jakarta telah melakukan modifikasi cuaca saat curah hujan tinggi mengguyur ibu kota pada beberapa hari terakhir.
“Sebenarnya kemarin beberapa kali curah hujan itu tinggi sekali, tetapi kami melakukan modifikasi cuaca, pompa kita siapkan, begitu hujan, Jakarta tidak sampai 1 jam sudah kering kembali,” ujarnya.
Dia menjelaskan modifikasi cuaca dilakukan untuk mencegah terjadinya banjir di Jakarta. Menurutnya, modifikasi cuaca akan tetap dilakukan jika memang curah hujan kembali tinggi.
“Jadi pengalaman-pengalaman seperti inilah yang kami lakukan dan mudah-mudahan kalau memang masih ada modifikasi cuaca yang harus dilakukan kami akan lakukan,” katanya.
Pramono menambahkan Pemprov Jakarta juga menyiapkan ribuan pompa yang terdiri dari pompa stasioner dan pompa mobile untuk mengatasi banjir rob di pesisir Jakarta pada 3 hari lalu.
“Karena memang apa pun seperti 2-3 hari yang lalu, sebenarnya ROB-nya juga naik. Tapi karena pompanya lebih siap, sekarang ada 1.200 pompa, 600 stasioner, 600 mobile, itulah yang kita gunakan untuk mengatasi tindakan preventif kalau terjadi air sedang banjir atau apapun,” pungkasnya. (saa/iwh)



