Kronologi Ibu Melahirkan di Kapal Tanjung Buton, Bertarung dengan Cuaca Buruk tapi Nahas Berujung Meninggal Dunia

grid.id
2 hari lalu
Cover Berita

Grid.ID - Kronologi ibu melahirkan di kapal KMP Lome mendadak jadi sorotan. Kejadian tersebut pun diketahui terjadi saat kapal berlayar dari Pelabuhan Mengkapan, Tanjung Buton, Riau.

Tak cuma harus melahirkan di kapal, cuaca buruk sedang tak bersahabat hingga akhirnya membuat sang ibu yang diketahui bernama Asmidar (38) meninggal dunia.

Kronologi Ibu Melahirkan di Kapal

Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Sabtu (3/1/2026). Dimana saat itu, kapal KMP Lome sedang berlayar dari dari Pelabuhan Mengkapan, Tanjung Buton, Riau menuju Pelabuhan ASDP Telaga Punggur, Batam.

Karena korban sedang berada di kapal, mau tak mau proses persalinan pun dilakukan saat itu juga dalam kondisi cuaca ekstrem. Untungnya sang bayi berhasil dilahirkan dengan selamat.

Namun nahas, sesaat setelah tiba di Pelabuhan ASDP Telaga Punggur, sang ibu dinyatakan meninggal dunia. Hal itu juga telah dikonfirmasi oleh General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam, Andri Setiawan.

"Benar, kejadian berlangsung pada Sabtu kemarin saat kapal akan bersandar di Telaga Punggur," jelas Andri dikutip Grid.ID dari Kompas.com, Rabu (6/1/2025).

Andri juga mengatakan pihaknya sudah melakukan penangan sesui dengan tandar operasional prosedur (SOP) keselamatan kapal.

"Begitu menerima laporan dari perwira jaga, nakhoda langsung mengambil alih komando dan mengaktifkan prosedur darurat.

Pihak kapal segera memobilisasi bantuan medis, menyediakan ruang yang lebih layak dan privat bagi penumpang, serta memastikan kebutuhan dasar pasien terpenuhi," imbuhnya.

Dalam peristiwa itu, persalinan juga dibantu oleh salah seorang penumpang yang memiliki latar belakang profesi sebagai tenaga kebidanan. Namun takdir berkata lain, meski sang bayi selamat, sang ibu dilaporkan mengalami komplikasi yang diduga jadi penyebab korban meninggal dunia.

 

"Kondisi ibu pascamelahirkan dilaporkan mengalami komplikasi," ujar Andri.

Sementara itu, terkait mengapa proses persalinan harus dilakukan di atas kapal, hal tersebut rupanya sudah melalui koordinasi lintas instansi. Yakni mulai dari Balai Karantina Kesehatan, KSOP, BPTD, KPLP, dan KP3.

Dimana opsi evakuasi laut sempat dipertimbangkan. Namun lantaran kondisi cuaca tak bisa diterjang, opsi tersebut tak jadi dijalankan.

"Evakuasi di laut sempat dipertimbangkan, namun setelah asesmen bersama dan mempertimbangkan kondisi cuaca, gelombang, serta angin, diputuskan evakuasi antar kapal tidak aman," ungkap Andri dikutip dari Tribunnews.com.

Lebih lanjut, saat sang ibu dan jabang bayi tiba di pelabuhan, pihak tim medis sebenarnya sudah langsung mengevakuasi korban untuk dirujuk ke rumah sakit. Namun sayang nyawa korban terlanjur tidak tertolong.

Dan terkait kronologi ibu melahirkan di kapal KMP Lome yang meninggal dunia itu, pihak ASDP juga menyampaikan duka mendalam.

"Sementara bayi yang dilahirkan dinyatakan dalam kondisi sehat. ASDP juga memastikan pendampingan kepada keluarga almarhumah, termasuk penanganan jenazah dan pemulangan bayi," ujar Andri.

"Atas nama manajemen ASDP, kami menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya almarhumah. Seluruh proses penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan, kemanusiaan, serta koordinasi lintas pemangku kepentingan," tandasnya. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
6 Model Rambut Kekinian, Simple, dan Stylish
• 8 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kamera iPhone Bakal Mirip HP Android, Ini Bocorannya
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Everyone Loves Me, Drama China Romantis yang Bikin Baper: Ini Dia Sinopsis Lengkap, Pemain, dan Nonton di Mana
• 22 jam lalugrid.id
thumb
Generasi Muda Didorong Jadi Akuntan Berintegritas dan Siap Bertransformasi Digital
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Buruh Demo Geruduk Istana Besok 8 Januari, Tolak UMP 2026
• 21 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.