Rocky Gerung Soroti Pilkada Lewat DPRD: Suara Rakyat Tak Boleh Pakai Joki

tvonenews.com
1 hari lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com – Pengamat politik Rocky Gerung menyoroti wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu yang mengarah pada pemilihan melalui DPRD.

Menurut Rocky, prinsip dasar pemilu demokratis tidak boleh menghilangkan peran langsung rakyat dalam menentukan pemimpinnya.

“Pemilu demokratis artinya: suara rakyat tak boleh pakai joki,” kata Rocky Gerung kepada tvOnenews.com, Selasa (6/1/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Rocky saat dimintai pandangan terkait wacana Pilkada yang dipilih melalui DPRD, yang dinilai sebagian kalangan berpotensi menjadi kemunduran demokrasi.

Sebelumnya, wacana agar pemilihan kepala daerah dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), bukan secara langsung oleh rakyat, kembali disuarakan oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Jadi, saya sendiri condong, saya akan mengajak kekuatan politik, ayo marilah kita berani, berani memberi solusi kepada rakyat kita, demokratis tapi jangan buang-buang uang,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, jika DPRD sudah dipilih rakyat, maka lembaga tersebut dapat sekaligus memilih gubernur hingga bupati dan wali kota.

“Kalau sudah sekali memilih DPRD kabupaten, DPRD provinsi, ya kenapa enggak langsung saja pilih gubernurnya dan bupatinya, selesai,” ujar dia. Prabowo menyebut, sistem tersebut sudah dipakai sejumlah negara, mulai dari Malaysia, India, Inggris hingga Kanada dan Australia.

“Negara terkaya di dunia pakai sistem politik yang murah,” ucap dia.

Wacana ini sejatinya bukan barang baru. Sejak awal menjadi presiden Prabowo pernah menggulirkannya saat berpidato dalam HUT ke-60 Partai Golkar, di Bogor, Kamis (12/12/2024).

Ketika itu, dia menyoroti tingginya biaya pilkada langsung yang disebut menghabiskan anggaran negara, maupun biaya politik kandidat hingga triliunan rupiah hanya dalam satu hingga dua hari.

“Ketum Partai Golkar salah satu partai besar, tapi menyampaikan perlu ada pemikiran memperbaiki sistem partai politik. Apalagi ada Mbak Puan kawan-kawan dari PDI-P, kawan-kawan partai lain, mari kita berpikir, mari kita tanya, apa sistem ini, berapa puluh triliun habis dalam 1-2 hari. Dari negara maupun dari tokoh politik masing-masing," ujar Prabowo, dalam acara HUT ke-60 Golkar di Bogor, Kamis (12/12/2024).


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menaker Dorong Kampus Siapkan Lulusan Hadapi Disrupsi Dunia Kerja
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
Ayah di Gorontalo Tega Aniaya Anak 3 Tahun hingga Babak Belur karena Ditinggal Istri
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Bebas Usai Dapat Cuti Bersyarat, Jonathan Frizzy Wajib Lapor hingga 8 Maret
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Kabar Buruk Jelang FIFA Series 2026, Dua Pilar Timnas Indonesia Dipastikan Absen
• 6 menit lalutvonenews.com
thumb
Kenaikan Gaji Hakim dan Harapan Besar pada Integritas…
• 17 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.