JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah massa dari gabungan organisasi buruh, organisasi perempuan, mahasiswa dan pelajar menggelar demo bertajuk solidaritas untuk Venezuela di depan Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (6/1/2025) sore.
Salah atau orasi yang disampaikan massa aksi adalah mendesak pemerintah Indonesia bersikap tegas merespons tindakan AS yang menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
"Mendesak kepada pemerintah Indonesia untuk bersikap tegas. Menolak agresi militer yang dilakukan oleh AS terhadap Venezuela," ujar salah satu koordinator demon, Sunarno, di lokasi unjuk rasa, Selasa.
Baca juga: Potret Permukiman Padat di Klender, Hidup 3 Meter di Bawah Jalan dengan Infrastruktur Minim
"AS bukan polisi dunia yang bisa menghakimi melakukan invasi, melakukan agresi sewenang-wenang terhadap negara lain. Yang khususnya adalah Venezuela," tegasnya.
Sunarno, yang juga mewakili serikat buruh, menilai tindakan Amerika Serikat tersebut telah melanggar hukum internasional.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=buruh, demo di jakarta hari ini, Demo di depan kedubes as, Presiden Venezuela ditangkap&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wNi8xNzMxNTgzMS9kZW1vLWRpLWtlZHViZXMtYXMtYnVydWgtZGVzYWstcGVtZXJpbnRhaC10ZWdhcy1yZXNwb25zLXBlbmFuZ2thcGFu&q=Demo di Kedubes AS, Buruh Desak Pemerintah Tegas Respons Penangkapan Presiden Venezuela§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `Menurut dia, Indonesia sebagai negara berkembang perlu mewaspadai perkembangan geopolitik global saat ini.
Ia mengingatkan, bukan tidak mungkin negara-negara berkembang lainnya dapat mengalami nasib serupa dengan Venezuela pada kemudian hari.
"Kami dari gerakan buruh bersama rakyat mengecam keras, mengutuk keras tindakan yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap Venezuela," kata Sunarno.
"Ini kita tidak bisa biarkan, karena jika saat ini yang menjadi sasaran Venezuela, bisa jadi besok adalah Colombia, atau lainnya," lanjutnya.
Baca juga: Pejalan Kaki Tewas Tertabrak Mobil Usai Kecelakaan Beruntun di Kalideres
Unjuk rasa di depan Kantor Kedutaan Besar AS itu dimulai sekitar pukul 15.00 WIB. Hingga pukul 16.30 WIB, unjuk rasa masih berlangsung.
Menurut Sunarno, aksi ini rencananya akan diakhiri pukul 17.00 WIB.
Sementara itu, situasi arus lalu lintas di depan Jalan Medan Merdeka Selatan masih terpantau lancar hingga pukul 16.30 WIB.
Kendaraan yang melaju di Jalan Medan Merdeka Selatan dari arah Tugu Tani tidak mengalami kemacetan meski ada aksi unjuk rasa.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan, pasukannya telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam serangan militer besar-besaran yang dilancarkan ke Caracas, Sabtu (3/1/2026) dini hari waktu setempat.
"Amerika Serikat berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang ditangkap bersama istrinya dan diterbangkan keluar dari negara itu," ujar Trump melalui platform Truth Social, dilansir Sabtu (3/1/2026).
Baca juga: Kabel Listrik Dicuri dari 8 Gardu Listrik di Tambora, Kerugian Mencapai Rp 220 Juta
Pemerintah Venezuela mengatakan langkah tersebut sebagai bentuk agresi militer yang sangat serius dari Amerika Serikat.
Serangan itu dipandang sebagai puncak dari tekanan militer dan ekonomi yang selama ini dilancarkan Presiden Donald Trump terhadap Venezuela, negara yang perekonomiannya sangat bergantung pada ekspor minyak.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang




