KOMPAS.TV - Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumatera Barat, Dian Hadiyansyah, menyebut ada dua kemungkinan penyebab munculnya sinkhole atau tanah berlubang di Nagari Situjua Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota.
Kemungkinan pertama, kata dia, sinkhole dapat terjadi di kawasan batuan kapur atau batu gamping. Dari sisi keilmuan geologi, kejadian tanah yang tiba-tiba ambles dan membentuk lubang besar merupakan hal yang biasa terjadi, sekaligus menandakan adanya aliran sungai bawah tanah.
Ia menjelaskan, sifat kimiawi dari batuan kapur, yakni kalsium karbonat akan membentuk rongga-rongga ketika tergerus oleh air.
Baca Juga: Heboh Fenomena 'Sinkhole' di Kabupaten Lima Puluh Kota Sumbar, Polisi: Diameter Sekitar 10 Meter
Kondisi semacam itu, menurut dia, berpotensi menyebabkan tanah amblas seperti yang terjadi di banyak daerah kawasan bukit kapur.
Kedua, kemungkinan munculnya sinkhole sedalam lima meter dengan lebar 10 meter dan panjang tujuh meter itu bisa terjadi karena faktor alam yang disebut erosi pipa.
"Fenomena erosi pipa ini biasanya terjadi karena batuan sedimen vulkanik atau gunung api," jelasnya, seperti dikutip Antara.
Baca Juga: Fenomena Sinkhole Muncul di Persawahan, BPBD Imbau Waraga Tak Mendekati Lokasi | SAPA MALAM
Meski demikian, hingga kini IAGI Sumbar belum melakukan penelitian lebih jauh, sehingga belum dapat menyimpulkan penyebab utama fenomena alam yang terjadi.
IAGI Sumbar telah melaporkan temuan dugaan sinkhole itu ke Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait langkah yang harus dilakukan dalam menyikapinya.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Fadhilah
Sumber : Antara
- sinkhole
- lubang tanah
- kabupaten limapuluh kota
- tanah berlubang
- ikatan ahli geologi




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5457952/original/085391400_1767067413-unnamed.jpg)
