Intensitas hujan yang tinggi di Kabupaten Gayo Lues menyebabkan jalan lintas tengah Aceh yang menghubungkan Gayo Lues dengan Kutacane, Aceh Tenggara, kembali tertutup tanah longsor. Akibatnya, sejumlah pengguna jalan terjebak di antara titik-titik longsor besar sejak Sabtu pekan lalu, 3 Januari 2026.
Titik longsor terparah dilaporkan berada di Kecamatan Putri Betung, di mana material tanah menutup badan jalan yang saat ini sebenarnya sedang dalam proses pengerjaan. Lokasi spesifik yang menjadi titik terjebaknya warga berada di Desa Tangsaran dan Desa Tetumpun.
Beberapa pengendara dilaporkan terjebak di antara tiga titik longsor besar sehingga tidak bisa bergerak maju maupun kembali. Salah seorang warga yang hendak menuju Blangkejeren mengungkapkan bahwa dirinya bersama rekan-rekan lain sudah bermalam di lokasi selama empat hari dalam kondisi yang memprihatinkan.
"Sudah empat hari terjebak di Desa Tetumpun. Kami kekurangan logistik," keluh Nofri, salah satu warga yang terjebak di lokasi.
Baca juga: Roda Perekonomian di Desa Huta Godang Tapsel Belum Bergerak Pascabencana
Lambannya proses pembukaan akses jalan akibat minimnya alat berat yang diterjunkan. Menurut warga, pengerjaan pembersihan material longsor hanya dilakukan oleh satu unit alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan baru ditambah satu unit lagi setelah memasuki hari keempat.
"Kurangnya alat berat. Alat berat cuma satu. Ini longsor besar dan merupakan akses jalan provinsi, bukan jalan desa," tambah Nofri.
Kondisi ini sangat berdampak pada distribusi barang, mengingat jalan lintas Gayo Lues-Aceh Tenggara merupakan jalur logistik utama menuju Kabupaten Gayo Lues. Warga berharap pemerintah segera mempercepat penanganan dan menambah armada alat berat di lokasi agar akses transportasi dapat segera pulih.



