Wakil Ketua MPR Dorong Kemudahan Akses Peningkatan Literasi Bagi Penyandang Disabilitas

jpnn.com
1 hari lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA -  Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mendorong kemudahan akses terhadap buku dan bahan bacaan bagi penyandang disabilitas.

Hal ini untuk meningkatkan partisipasi aktif mereka dalam proses pembangunan.

BACA JUGA: 4 Pengeroyok Disabilitas di Karawang Ditangkap, Polisi Ungkap Kronologi

"Kemudahan akses untuk peningkatan literasi penyandang disabilitas harus ditingkatkan demi mewujudkan kesempatan yang sama bagi setiap warga negara dalam proses pembangunan," kata Lestari Moerdijat dalam keterangannya, Selasa (6/1).

Dia menyampaikan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Survei Sosial Ekonomi (Susenas) Maret 2024, sekitar 22,5 juta orang atau 8,23 persen penduduk Indonesia menyandang disabilitas.

BACA JUGA: Waka MPR Lestari Dorong Peningkatan Peran Penyandang Disabilitas, Ini Tujuannya

Sementara itu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mencatat hingga akhir 2024, hanya sekitar 5 persen dari total buku pelajaran dan bacaan umum yang telah dialihmediakan ke dalam format aksesibel, seperti braille, buku audio (audiobook), dan buku digital aksesibel.

Selain itu, World Blind Union mengungkapkan lebih dari 90 persen karya tulis yang telah terbit tidak dapat diakses oleh penyandang disabilitas atau difabel netra.

BACA JUGA: Danareksa Tingkatkan Daya Saing UMKM Perempuan Penyandang Disabilitas

Diakui Lestari, tantangan untuk mempermudah akses terhadap buku dan bahan bacaan bagi kelompok difabel, tidak mudah.

"Biaya produksi yang tinggi, keterbatasan infrastruktur yang ramah difabel, dan implementasi regulasi yang belum optimal untuk mempermudah akses literasi bagi penyandang disabilitas harus segera diatasi," ujar Rerie, sapaan akrab Lestari Moerdijat.

Anggota Komisi X DPR itu mendorong pihak-pihak terkait untuk mengambil langkah nyata dalam mengatasi sejumlah tantangan tersebut.

"Kolaborasi triple helix yang kuat antara pemerintah, swasta, dan masyarakat harus dibangun demi menghadirkan kemudahan akses literasi yang sama bagi setiap warga negara, termasuk kelompok difabel," ujar Rerie. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Uji Coba One Way Salemba Tengah Hari Kedua, Warga Akui Belum Terbiasa
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Masih Dibela Fans, Gaji Shin Tae-yong Disorot Tajam Media Korea usai Timnas Indonesia Tunjuk John Herdman
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Wali Kota Bandung Siap Publikasikan APBD di Media Sosial demi Transparansi
• 4 menit lalupantau.com
thumb
Menghidupkan Living Law: Mengembalikan Kedaulatan Keadilan Masyarakat dalam KUHP
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
6 Jenazah Korban Banjir Bandang Agam Dimakamkan Massal, Identitas Masih Diselidiki | BERUT
• 1 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.