Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan terbaru terkait banjir bandang yang melanda kawasan Sitaro, Sulawesi Utara.
Kapusdatin BNPB, Abdul Muhari (Aam), mengatakan per Selasa (6/1) pukul 14.00 WIB ada 16 korban meninggal dunia dan 3 orang hilang.
"Ini korban yang sudah ditemukan 16 jiwa meninggal dunia, masih ada 3 korban hilang yang masih dalam proses pencarian. Kita harapkan di hari ini atau besok bisa segera ditemukan," kata Aam dalam jumpa pers.
Aam menyebut, akibat bencana tersebut juga terdapat 682 orang yang mengungsi. Kemudian, 7 unit rumah hanyut dan 29 rumah rusak berat.
BNPB memastikan, akan memberi bantuan bagi para warga yang terdampak.
"Kemudian, 682 jiwa warga yang mengungsi bisa kita pastikan kebutuhan logistik dasar per makanannya," tutur Aam.
"Dan kita harapkan ini tim dari Sulawesi Utara juga sedang menggeser beberapa unit alat berat supaya pemulihan lingkungan yang saat ini terdampak atau banyak sekali lumpur dan batu-batu besar ini bisa segera kita bersihkan," lanjutnya.
Sebelumnya, banjir bandang menerjang Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, Senin (5/1) pukul 02.30 WITA. Ada tiga kecamatan yang terdampak, yakni Kecamatan Siau Timur, Siau Timur Selatan, dan Siau Barat.
"Insiden terjadi setelah hujan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam waktu cukup lama," kata Aam, Senin (5/1).
BNPB melaporkan pada Senin siang banjir telah surut. Namun jaringan listrik dan komunikasi masih terputus.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5466085/original/058407500_1767803700-IMG_20260107_205540_577.jpg)



