6 Proyek Hilirisasi Groundbreaking Bulan Ini, Ada Pengganti LPG!

cnbcindonesia.com
1 hari lalu
Cover Berita
Foto: Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi saat menyampaikan konferensi pers di sela-sela Retret Kabinet Merah Putih di, Hambalang, Jawa barat, Selasa (6/12/2026). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

Bogor, CNBC Indonesia - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan ada 6 proyek hilirisasi yang akan diresmikan awal pembangunannya atau groundbreaking pada Januari 2026 ini. Salah satu proyek yang akan diresmikan awal peletakan batu pertamanya yaitu proyek gasifikasi batu bara atau Dimethyl Ether (DME), sebagai pengganti impor Liquefied Petroleum Gas (LPG).

"Rencananya akan ada di bulan Januari, ada enam groundbreaking dari program hilirisasi," kata Prasetyo, di sela-sela Retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa barat, Selasa (6/12/2026).

Kemudian, groundbreaking akan dilanjutkan pada Februari dan Maret 2026 untuk keseluruhan 18 target pembangunan proyek hilirisasi.


Meski tak menjabarkan enam proyek itu, namun Prasetyo menjelaskan proyek yang akan mulai pembangunannya yaitu proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTsa) atau biasa disebut untuk program Waste to Energy.

Rencananya, proyek itu akan dibangun di 34 titik pada kabupaten/kota yang memproduksi 1.000 ton sampah per hari. Menurut Prasetyo, adanya proyek ini akan menjadi solusi penanganan masalah sampah di daerah.

"(sampah) Sesegera mungkin untuk diolah, sehingga sampah-sampah tersebut tidak menggunung dan menimbulkan banyak masalah," kata Prasetyo.

Selain itu, Prasetyo juga mengumumkan proyek lainnya yang akan diresmikan pembangunannya adalah gasifikasi batu bara atau DME. Diketahui, proyek ini berulang kali batal dibangun karena faktor keekonomian.

Investor asal Amerika Serikat, yakni Air Products, memutuskan hengkang dari proyek DME di Sumatra Selatan dan Kalimantan Timur pada Maret 2023 lalu. Padahal, proyek DME di dekat area tambang PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sudah melalui peresmian groundbreaking oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) pada Januari 2022 lalu.

Meski setelahnya sempat ada rencana investor China masuk pada proyek ini, namun hingga kini tak kunjung terealisasi.

"Kemudian ada juga beberapa proyek penanganan dengan energi, pembangunan beberapa titik DME," kata Prasetyo.

Prasetyo mengungkapkan, proyek lainnya ada di bidang pertanian dan perikanan, seperti kampung nelayan, dan proyek pembuatan kapal tangkap ikan.

"Itu adalah salah satu program bidang padat karya, tetapi juga memiliki nilai investasi yang cukup besar karena kita adalah negara yang dikaruniai oleh tuhan yang maha esa. Kita dapat memproduksi komoditas - komoditas yang memiliki nilai jual tinggi seperti kopi, coklat, dan sebagainya," katanya.

Baca: Mensesneg Beberkan Agenda Retret Kabinet Merah Putih di Rumah Prabowo

(wia)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Rosan Roeslani Lapor Prabowo soal Hilirisasi & Waste to Energy

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hasil Drawing India Open 2026: Lanny/Tiwi Langsung Hadapi Unggulan China
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Subianto Tegur Para Menteri Saat Retret, Diminta Percepat Kinerja
• 23 jam lalugenpi.co
thumb
Kuasa Hukum Bongkar Alasan Perceraian Atalia Praratya dan Ridwan Kamil
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Hal yang Akan Terjadi pada Gula Darah Kalau Rutin Makan Wortel
• 18 jam lalubeautynesia.id
thumb
Tangisan Warga TPU Kebon Nanas Direlokasi ke Rusunawa
• 21 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.