Retret Jilid II Kabinet Merah Putih Masih Berlanjut, Ini Sejumlah Topik yang Dibahas

idxchannel.com
1 hari lalu
Cover Berita

Retret Kabinet Merah Putih Jilid II yang digelar di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, akan dilanjutkan hingga Selasa (6/1/2026) malam ini.

Retret Jilid II Kabinet Merah Putih Masih Berlanjut, Ini Sejumlah Topik yang Dibahas. (Foto Felldy/IMG)

IDXChannel - Retret Kabinet Merah Putih Jilid II yang digelar di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, akan dilanjutkan hingga Selasa (6/1/2026) malam ini. Presiden Prabowo Subianto direncanakan kembali memberikan sejumlah arahan kepada para pembantunya di kabinet.

Hal ini disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di sela-sela pelaksanaan retret. Dia menyampaikan, pada sesi yang berlangsung sejak siang tadi, baru ada beberapa menteri yang menyampaikan paparannya hingga masuk waktu maghrib beberapa waktu lalu.

Baca Juga:
Buka Retret Jilid II, Presiden Beberkan Alasan Kumpulkan Menteri

"Maka kemudian Bapak Presiden memutuskan untuk break, istirahat, salat maghrib dan makan. Yang nanti akan dilanjutkan lagi pada pukul 18.45," kata Mensesneg.

Menurutnya, masih ada sejumlah program prioritas pemerintah yang belum dibahas dalam kegiatan Retret Jilid II ini. Salah satunya, terkait program hilirisasi pangan hingga energi.

Baca Juga:
Prabowo Gelar Retret di Hambalang Hari Ini, Seluruh Menteri Kabinet Bakal Hadir

"Rencananya nanti mungkin di sesi yang malam itu akan beliau (Presiden) sampaikan," ujarnya.

Baca Juga:
Retret Jilid II Dimulai: Presiden Evaluasi Program, Ini yang Akan Dibahas

Prasetyo menyampaikan, terkait hilirasi ini ada sejumlah kegiatan dalam waktu dekat yang akan dilakukan Pemerintah. Dia menyebut, pada Januari, ada sekitar enam groundbreaking dari program hilirisasi, yang kemudian dilanjutkan pada Februari dan di Maret untuk menyelesaikan sekitar 18 program hilirisasi yang sudah disepakati.

Contoh yang pertama adalah berkenaan dengan Waste to Energy yang akan dibangun di 34 kabupaten/kota atau di 34 titik yang hari ini, kata dia, sampahnya sudah mencapai 1.000 ton lebih per hari. Menurutnya, ini memerlukan penanganan sesegera mungkin untuk diolah sehingga sampah-sampah tersebut tidak menggunung dan menimbulkan banyak masalah.

"Kemudian juga ada beberapa program yang berkenaan dengan energi, pembangunan beberapa titik DME," kata dia.

"Kemudian juga ada program-program di bidang pertanian yang tadi sudah kami sebutkan, itu adalah salah satu program padat karya tetapi juga memiliki nilai investasi yang cukup besar karena kita adalah negara yang dikaruniai oleh Tuhan Yang Maha Besar kita dapat memproduksi komoditas-komoditas yang memiliki nilai jual tinggi seperti kopi, cokelat, pala, dan sebagainya," ujarnya melanjutkan.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
AS Tuntut Kemitraan Minyak Eksklusif dengan Venezuela, Tiongkok: Intimidasi Tipikal
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
NasDem Dukung Retret Kabinet Kedua: Perkuat Persepsi dan Soliditas
• 22 jam laludetik.com
thumb
Hasil Premier League: Diimbangi Brighton, City Sulit Tempel Arsenal
• 1 jam lalumedcom.id
thumb
Ari Bias Ungkap Alasan Kembali Masukkan Agnez Mo dalam Gugatannya
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Sidang Gugatan Ijazah Jokowi, Tergugat tak Bisa Tunjukkan Ijazah karena Dibawa Polda Metro
• 21 jam lalumerahputih.com
Berhasil disimpan.