VIVA – Resistensi insulin adalah kondisi kompleks ketika tubuh tidak merespons hormon insulin yang diproduksi pankreas sebagaimana mestinya dalam kondisi normal. Kondisi ini diketahui berasosiasi dengan berbagai masalah kesehatan serius mulai dari penyakit jantung dan pembuluh darah, sindrom metabolik, PCOS, serta obesitas.
Ketika seseorang mengalami resistensi insulin, salah satu yang bisa dilakukannya adalah menurunkan berat badan dan mengubah gaya hidup. Berbicara mengenai penurunan berat badan ketika seseorang sudah terdiagnosis resistensi insulin bukanlah perkara yang mudah.
Namun itu bukan berarti tidak bisa, pelatih kebugaran kenamaan Julie Capozziello membagikan solusi dalam lima langkah, berupa panduan yang rinci dan mudah diikuti untuk membantu memperbaiki resistensi insulin sekaligus menurunkan berat badan. Apa saja? Berikut ini rangkumannya seperti dilansir dari laman Hindustan Times, Selasa 6 Januari 2026.
1. Bangun massa otot
Julie menjelaskan otot rangka adalah tempat terbesar dalam tubuh untuk membuang atau menggunakan glukosa
“Maksudnya, ketika kita makan karbohidrat, makanan tersebut diubah menjadi gula dalam darah. Gula itu harus disimpan di suatu tempat, dan tempat penyimpanannya adalah otot,” kata dia.
Saat otot bekerja atau berkontraksi, otot akan menarik gula dari darah dan menyimpannya. Semakin banyak otot yang digunakan, semakin banyak gula yang ditarik dari darah, sehingga tubuh membutuhkan lebih sedikit insulin untuk mengatur kadar gula darah yang tersisa.
Salah satu cara paling efektif untuk membangun otot adalah dengan latihan beban atau latihan resistensi.
“Latihan resistensi meningkatkan sesuatu yang disebut GLUT4 (Glucose Transporter Type 4) pada otot. GLUT4 membantu glukosa masuk ke dalam otot tanpa memicu lonjakan insulin yang besar,”jelasnya.
Latihan beban juga membantu memperbaiki resistensi insulin meskipun berat badan tidak turun. Karena itu, Julie menekankan bahwa banyak perempuan yang hanya melakukan latihan kardio tetap mengalami resistensi insulin.
2. Dahulukan makan protein
Selain meningkatkan asupan protein, urutan makan juga sangat berpengaruh. Memulai makan dengan protein dapat membantu menekan lonjakan gula darah karena gula masuk ke aliran darah dengan lebih lambat.





