PEMALANG, iNews.id – Operasi pencarian Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Magelang yang hilang di Gunung Slamet sejak 28 Desember 2025, memasuki babak krusial. Hingga hari kesembilan, Selasa (6/1/2026), keberadaan Ali belum menemukan titik terang. Tim SAR hanya menemukan petunjuk berupa papan pesan yang diduga milik korban.
Foto papan kayu tersebut pun viral di media sosial setelah diunggah akun @jejak pendaki yang bertuliskan “Hi mantan, dapat salam dari Gunung Slamet 3428 mdpl”. Papan ini ditemukan di dalam jaket Himawan, rekan pendakian Ali yang ditemukan selamat lebih dulu.
Diketahui, papan tersebut adalah milik Ali yang dipesan secara online khusus untuk berfoto di puncak. Papan ini menjadi bukti kuat bahwa Ali sempat mencapai area atas sebelum akhirnya terpisah dari rekannya di sekitar Pos 9 saat hendak mencari bantuan untuk Himawan yang mengalami cedera kaki.
Papan bertuliskan Hai Mantan diduga milik pendaki yang hilang di Gunung Slamet ditemukan tim SAR. (Foto: ist)Syafiq Ridhan Ali Razan (18), warga Kramat Utara, Magelang Utara, hilang saat mendaki Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.
Syafiq mendaki bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran, dengan sistem pendakian cepat (tektok) atau tidak bermalam. Keduanya tercatat melakukan registrasi di Basecamp Dipajaya pada Sabtu (27/12/2025) pukul 23.00 WIB, dengan rencana turun pada Minggu (28/12/2025) sore.
Operasi Diperpanjang 2 HariMeskipun prosedur operasi standar (SOP) pencarian selama tujuh hari telah terlewati pada Senin (5/1/2026) malam, tim SAR memutuskan untuk melakukan pemantauan dan perpanjangan operasi selama dua hari ke depan.
"Pencarian ditambah dua hari. Hingga saat ini belum ada tanda-tanda atau petunjuk pasti mengarah pada posisi Ali. Kami meminta doa dari masyarakat agar rekan-rekan SRU di lapangan diberi kelancaran," ungkap Handika, Staf Operasi Basarnas Pemalang dilansir dari iNews Pemalang.
Fokus pencarian saat ini melibatkan 4 SRU (Search and Rescue Unit) yang melakukan penyisiran dari Pos 4 ke arah bawah. Tim juga sempat melaporkan terciumnya bau bangkai di sisi utara antara Pos 3 dan Pos 4, namun hal ini masih dalam proses verifikasi.
Izin ke Sumbing, Berakhir di SlametDi balik hilangnya Ali, terselip fakta memilukan. Ayah Himawan, Imam Bukhori, mengaku terkejut saat mengetahui anaknya mendaki Gunung Slamet. Pasalnya, saat berpamitan, kedua pemuda tersebut mengaku hendak mendaki Gunung Sumbing di Magelang.
"Pamitnya ke Gunung Sumbing, makanya saya izinkan karena di sana banyak saudara dan Himawan sudah hafal medannya. Ternyata mereka ke Slamet," tutur Imam.
Kini, Himawan yang sudah pulih dari cedera kaki turut terjun kembali ke gunung untuk membantu tim SAR mencari sahabatnya tersebut. Keluarga dan relawan terus berharap mukjizat agar Ali dapat ditemukan dalam keadaan selamat di tengah ganasnya lereng Gunung Slamet.
Original Article

