Pemerintah Indonesia telah memenangkan bidding untuk hotel di Kampung Haji Arab. Keberhasilan pemerintah memiliki kampung Haji di Arab Saudi turut dibahas dalam retreat kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bojong Koneng, Jawa Barat, Selasa (6/1).
Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan di Kampung Haji itu nantinya akan dibangun hotel, mal, klinik kesehatan hingga tempat makan.
"Nanti kita akan bangun Kampung Hajinya itu. Jadi yang ada hotel, ada mal, dan lain-lain itu ya? Iya, kita berharap juga ada klinik di situ, kemudian kita berharap juga ada food court gitu," kata Prasetyo di Hambalang, Selasa (6/1).
Prasetyo menyebut dengan adanya Kampung Haji, jemaah asal Indonesia bisa memiliki tempat yang representatif dan nyaman.
"Mungkin secara apa namanya makanan juga terjamin, secara kesehatan juga terjamin, dan bisa dimanfaatkan juga selain untuk haji tetapi untuk kepentingan umrah yang jumlah jemaah umrah kita hampir mencapai 1,8 juta dalam satu tahun. Ini sebuah potensi yang cukup besar," ucapnya.
Prasetyo juga mengatakan Presiden Prabowo Subianto menargetkan Kampung Haji bisa menekan biaya perjalanan haji bagi para jemaah.
"Ya kita tentunya memiliki target supaya bisa semurah mungkin karena ujungnya adalah kita ingin mengurangi biaya naik haji bagi para jemaah kita dengan berbagai skenario dan berbagai cara ya," ujarnya.
Selain Kampung Haji, lanjut Prasetyo, pemerintah juga sedang bernegosiasi untuk menambah penerbangan agar waktu tunggu menjadi tidak terlalu panjang.
"Kalau sekarang ini kan total kita kurang lebih di 41 hari ya," kata dia.
"Kita menargetkan Bapak Presiden berharap bisa setidak-tidaknya seperti Malaysia. Malaysia kurang lebih di 31 hari. Tentunya kalau terjadi pengurangan yang sangat signifikan dari sisi jumlah hari maka itu akan bisa mengurangi cost haji kita," lanjut Prasetyo.



