Uni Eropa Merana, Rezimnya Trump Sinyalkan Kekuatan Militer Demi Rebut Greenland

wartaekonomi.co.id
1 hari lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Uni Eropa menyatakan dukungan penuh terhadap Greenland. Pihaknya menegaskan bahwa masa depan pulau tersebut hanya dapat ditentukan oleh Denmark. Namun hal tersebut nampaknya tidak dipedulikan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Prancis, Inggris, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol dan Denmark baru-baru ini menegaskan bahwa kedaulatan wilayah tersebut tidak dapat diganggu gugat, apalagi oleh Trump.

Baca Juga: Walau Tetangga, Meksiko Berani Kecam Serangan Trump ke Venezuela

“Greenland adalah milik rakyatnya. Hanya Denmark dan Greenland yang berhak memutuskan hal-hal yang menyangkut Denmark dan Greenland,” kata Uni Eropa, dilansir Rabu (7/1).

Uni Eropa juga menekankan bahwa keamanan kawasan tersebut harus dijaga secara kolektif bersama sekutu dari North Atlantic Treaty Organization (NATO).

“NATO telah menegaskan bahwa kawasan tersebut merupakan prioritas, dan para sekutu meningkatkan peran mereka,” kata Uni Eropa.

“Kami dan banyak sekutu lain telah meningkatkan kehadiran, aktivitas dan investasi untuk menjaga keamanan kawasan dan mencegah ancaman dari pihak lawan," tambahnya.

Perdana Menteri Belanda Dick Schoof menyatakan bahwa negaranya sepenuhnya mendukung pernyataan bersama tersebut. Sementara Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menegaskan bahwa ancaman antaranggota blok tidak dapat dibenarkan.

“Tidak boleh ada anggota yang menyerang atau mengancam anggota lain dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara. Jika itu terjadi, blok akan kehilangan maknanya,” kata Tusk.

Adapun Trump dalam beberapa hari terakhir kembali menyatakan keinginannya untuk menguasai Greenland. Wilayah tersebut dinilai penting bagi kepentingan militernya, ia juga menilai tidak ada perlindungan berarti yang dilakukan oleh Denmark di Greenland.

Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller juga meremehkan isu kedaulatan dari Denmark. Miller mengatakan bahwa dunia nyata diatur oleh kekuatan, paksaan dan kekuasaan, bukan oleh norma-norma internasional.

Baca Juga: Masih Beli Minyak Rusia, Trump Kembali Ancam Naikkan Tarif India

Pemerintah Greenland sendiri telah berulang kali menegaskan bahwa mereka tidak ingin menjadi bagian dari Amerika Serikat (AS).


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bea Cukai Sita 160 Juta Batang Rokok Ilegal, Negara Rugi Rp213,76 Miliar
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pemprov NTB Minta PT GNE Fokus ke Bisnis Konstruksi, Usaha Lain Dihentikan
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Buruh Demo Geruduk Istana Besok 8 Januari, Tolak UMP 2026
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Bakal Jadi Presiden Dewan HAM, Apa yang Bisa Dilakukan Indonesia?
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Berkelakuan Baik, Jonathan Frizzy Bebas Keluar Penjara Hari Ini
• 8 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.