AHY Harap Peserta Short Course Banyak Belajar Transformasi Pembangunan RRT

eranasional.com
1 hari lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM – Dalam rangka memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) infrastruktur di lingkup Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan arahan kepada peserta Short Course ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Menko AHY berharap para peserta dapat menyerap pembelajaran langsung mengenai transformasi pembangunan RRT sebagai referensi penting bagi pengembangan kebijakan dan program pembangunan infrastruktur nasional yang berdaya saing dan berorientasi masa depan.

Dalam arahannya, Menko AHY menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM harus menjadi prioritas bersama, meskipun di tengah tingginya intensitas pekerjaan pemerintahan.

Menurutnya, tidak ada alasan untuk tidak terus mendorong peningkatan kapasitas aparatur negara sebagai fondasi kemajuan pembangunan.

“Karena kita semua meyakini SDM yang unggul, yang bisa membawa banyak kemajuan dan perbaikan. Sekaligus kita tentu berharap dimulai dari kita, dimulai dari Kemenko Infra ini, kita juga bisa menyampaikan pesan yang positif kepada banyak kalangan lain termasuk publik, bahwa tidak ada kata sibuk, tidak ada kata padat atau tinggi intensitas, sehingga kita seperti tidak punya waktu untuk mendorong anggota kita untuk bisa meningkatkan kualitasnya,” tutur Menko AHY dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (7/01/2026).

Menko AHY menyampaikan bahwa Tiongkok merupakan contoh nyata transformasi pembangunan yang masif dan cepat, terutama dari sisi infrastruktur, teknologi, dan industrialisasi.

Pengalaman belajar langsung di Tiongkok diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi pengembangan kebijakan dan program pembangunan di Indonesia.

Lebih lanjut, Menko AHY menekankan pentingnya membangun kemitraan jangka panjang antara Indonesia dan Tiongkok yang dilandasi oleh kepercayaan, peluang kerja sama, dan orientasi pada generasi masa depan.

“Ada tiga jembatan yang harus dibangun bagi Indonesia dan Tiongkok dalam memperkuat hubungan kerja sama, partnership, dan cooperation, yaitu trust, opportunity, dan future generation,” jelas Menko AHY.

Menko AHY juga meminta para peserta untuk tidak hanya mengikuti kegiatan pembelajaran, tetapi turut melakukan analisis sektoral serta mendokumentasikan berbagai praktik baik yang dapat diadaptasi di Indonesia.

Hasil pembelajaran tersebut diharapkan dapat dibagikan kepada seluruh unit kerja sebagai produk pengetahuan yang aplikatif.

“Oleh karena itu saya tugaskan kepada kalian untuk memberikan laporan kepada saya dan kita semuanya sekembali dari sana. Sehingga nanti kalian kembali juga dengan produk yang bisa di-share kepada kita semuanya,” pesan Menko AHY.

Menutup arahannya, Menko AHY menegaskan bahwa hubungan antarmanusia (people-to-people connection) merupakan elemen penting dalam memperkuat kerja sama antarnegara yang berkelanjutan, melampaui dinamika politik dan ekonomi.

Sebagai informasi, Short Course ke Republik Rakyat Tiongkok akan berlangsung pada 6–16 Januari 2026 dan diikuti oleh 29 peserta dari lingkungan Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Program ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kerja sama berkelanjutan di bidang pengembangan SDM dan pembangunan infrastruktur antara Indonesia dan Tiongkok.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Perjanjian 1951 dengan Denmark, AS Punya Akses Militer di Greenland
• 15 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Prabowo: Seluruh Desa di Indonesia akan Terima MBG Pada 2026
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Libur Nataru Usai, KAI Daop 4 Semarang Layani Hampir 1 Juta Penumpang Selama 18 Hari Angkutan
• 5 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Kemkomdigi Ungkap Fitur Sosial di Gim Daring Rentan Jadi Jalur Penyebaran Radikalisme ke Anak
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Prabowo Tak Masalah Bersaing di Politik: Masa Enggak Ada Lawan? Dagelan Itu
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.