Harga Emas Dunia Dekati Rekor di Tengah Memanasnya Geopolitik

idxchannel.com
1 hari lalu
Cover Berita

Harga emas dunia melanjutkan penguatan pada Selasa (6/1/2026), ditopang permintaan aset aman menyusul penangkapan Presiden Venezuela oleh AS.

Harga Emas Dunia Dekati Rekor di Tengah Memanasnya Geopolitik. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga emas dunia melanjutkan penguatan pada Selasa (6/1/2026), ditopang permintaan aset aman menyusul penangkapan Presiden Venezuela oleh Amerika Serikat (AS) yang memicu meningkatnya ketegangan global.

Di saat yang sama, pelaku pasar menanti data ketenagakerjaan AS untuk mencari petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Baca Juga:
OJK Lantik 13 Pejabat Baru, Ini Daftarnya

Emas spot naik 1,02 persen ke level USD4.494,63 per troy ons setelah melonjak hampir 3 persen pada hari sebelumnya.

Kenaikan ini membawa harga emas semakin mendekati rekor tertinggi sepanjang masa di USD4.549,71 yang tercatat pada 24 Desember.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Menguat, Saham Chip Melonjak Didorong Optimisme AI

Analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, mengatakan, dikutip Reuters, pelaku pasar logam mulia saat ini melihat risiko yang lebih besar dibandingkan investor saham dan obligasi.

Ia menilai operasi militer AS di Venezuela pada akhir pekan lalu telah memperkuat permintaan aset aman, termasuk emas dan perak.

Baca Juga:
Saham Logam Nikel hingga Tembaga Melaju Kencang

Presiden Venezuela yang terguling, Nicolas Maduro, pada Senin mengajukan pembelaan tidak bersalah atas dakwaan narkotika, setelah ditangkap oleh AS dan dibawa ke New York pada akhir pekan.

Emas, yang dikenal sebagai aset lindung nilai tradisional, melonjak 64,4 persen sepanjang tahun lalu dan mencatatkan kinerja tahunan terbaik sejak 1979.

Pelaku pasar juga menanti laporan ketenagakerjaan bulanan AS yang akan dirilis Jumat. Data tersebut diperkirakan menunjukkan penambahan 60.000 lapangan kerja pada Desember, sedikit menurun dari 64.000 pada bulan sebelumnya.

Berdasarkan data LSEG, pelaku pasar saat ini memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga The Fed sepanjang tahun ini.

Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, menyatakan bahwa perubahan suku bunga selanjutnya harus dilakukan secara ‘sangat presisi’ untuk menyeimbangkan risiko pengangguran dan inflasi.

Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas cenderung diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah.

Morgan Stanley memproyeksikan harga emas dapat melonjak hingga USD4.800 per troy ons pada kuartal keempat 2026, didorong oleh penurunan suku bunga, perubahan kepemimpinan di The Fed, serta kuatnya pembelian oleh bank sentral dan dana investasi.

Sementara itu, perak spot, yang sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di USD83,62 per ons pada 29 Desember, naik 5,4 persen ke level USD80,68 per ons.

Sepanjang 2025, perak membukukan kenaikan tahunan terkuat dengan lonjakan 147 persen, didorong oleh permintaan industri dan investor.

Harga platinum spot naik 7,2 persen ke USD2.435,20 per ons, sedangkan palladium menguat 5,9 persen ke level USD1.821,68 per ons. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Siap-Siap Jadwal Cum Dividen Interim CDIA Jumat (9/1)
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Jakarta Diguyur Hujan Ringan Hari Ini, Waspada Kelembapan Udara Meningkat
• 11 jam lalusuara.com
thumb
Kabar Baik Diterima Chelsea! Cole Palmer Dipastikan Siap Main Lawan Fulham
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
PSM Makassar Siap Lakukan Manuver untuk Datangkan Ryo Matsumura?
• 8 jam lalufajar.co.id
thumb
Pemprov Sumut: Penyusunan dokumen rehabilitasi rampung akhir Januari
• 23 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.