Dewan Atensi Jalan Rusak Moncongloe, Lelang Proyek Perbaikan Bulan Ini

harianfajar
1 hari lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAROS–Poros Moncongloe kerap viral di media sosial. Selain macet parah dan kerusakan jalan, jalur itu juga kerap terendam banjir. Bahkan hingga kini, masih terendam.

DPRD Sulsel pun berkali-kali menerima laporan dari warga. Berkali-kali pula mereka turun memantau sebagai tindak lanjut atas keluhan masyarakat. Mereka turut mendesak pemprov mengambil tindakan untuk menanganinya.

Upaya mereka membuahkan hasil. Ketua Komisi D DPRD Sulsel Kadir Halid menjelaskan bahwa pengerjaan ruas BTP-Moncongloe akan memanjang sepanjang 18 km hingga ke Benteng Gajah.

“Bulan 1 (Januari, red) ini mulai masuk lelang, mungkin selesai bulan 2 (Februari). Pengerjaan termasuk saluran, semua paket ini, termasuk saluran, dikerjakan,” sebut Kadir, Selasa, 6 Januari 2025.

Sementara itu, ia belum dapat memastikan apakah ruas tersebut akan menggunakan material aspal atau beton. Mengingat ruas itu merupakan jalur utama truk-truk besar melintas. Pengerjaan ruas paket 6 akan menggunakan metode design and build.

“Itu sementara dalam proses design, karena sistemnya design and build. Sistem itu, mereka design, kontraktor kerja. Apakah beton atau aspal, nanti dilihat mereka. Setelah itu dilaporkan ke komisi, nanti kita undang laporkan juga,” tandasnya.

Warisan Lama

Kondisi jalan yang dianggap sangat menghambat aksesibilitas warga di Moncongloe memunculkan banjir keluhan. Baik di media sosial, maupun di forum-forum warga Moncongloe.

“Pak Bupati dan Pak gubernur, jangan sibuk pencitraan saja. Rawat juga jalan di Moncongloe,” pinta M Nur, warga Moncongloe.

“Tiap hari warga-ta terkuras tenaganya, hanya karena jalan rusak yang kita hiraukan, bikin macet bahkan jatuh di lubang,” sambungnya.

Dia berharap kendala infrastruktur yang sangat parah itu segera mendapatkan solusi bersama lintas struktur pemerintah. Warga tak bisa mengatasi sendiri masalah itu karena butuh intervensi pemerintah.

“(Pemerintah) jangan-ki cuma gonta-ganti spanduk prestasi yang biasa-biasa saja kita pamerkan, sementara jalan berlubang dibiarkan menjadi ‘warisan tahunan’ yang merusak kendaraan dan membahayakan nyawa warga-ta,” harapnya. (uca/zuk)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Disdukcapil Makassar Catat 50 Kasus Penipuan Data Kependudukan, Warga Diimbau Hati-hati. Begini Modusnya
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Krisis Sampah Tangerang Selatan dan Persoalan Akut Tata Kota
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Salju Tebal Hambat Aktivitas Warga Skotlandia
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BNPT Jelaskan Asal Usul Pengajuan Perpres Tentang Level Ancaman Terorisme di Indonesia
• 13 jam laluliputan6.com
thumb
Isu Ijazah Jokowi Kembali Ramai Dibahas, Nama Prof Yudhie Haryono Ikut Disorot
• 22 jam lalufajar.co.id
Berhasil disimpan.