Di era media sosial yang serba cepat, istilah-istilah baru bermunculan setiap harinya, sering kali membuat pengguna internet atau warganet merasa bingung. Salah satu kata yang belakangan ini kerap muncul di kolom komentar TikTok, Twitter (X), hingga percakapan sehari-hari adalah boti. Lantas, sebenarnya boti adalah kata yang merujuk pada apa? Mengapa istilah ini bisa memiliki makna yang sangat berbeda tergantung pada konteks pembicaraannya?
Fenomena bahasa gaul atau slang di Indonesia memang sangat dinamis. Sebuah kata bisa lahir dari singkatan, pelesetan, atau bahkan adopsi dari bahasa asing yang kemudian mengalami pergeseran makna. Untuk memahami apa itu boti secara menyeluruh, kita perlu membedahnya dari dua perspektif utama: makna harfiah yang umum diketahui masyarakat luas, dan makna konotatif yang berkembang dalam subkultur tertentu di dunia maya.
1. Arti Boti sebagai Singkatan 'Bonceng Tiga'Secara umum dan dalam konteks lalu lintas atau keseharian remaja Indonesia, boti adalah akronim dari kalimat Bonceng Tiga. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan perilaku mengendarai sepeda motor dengan membawa dua penumpang sekaligus di belakang, sehingga total ada tiga orang di atas satu kendaraan roda dua.
Fenomena boti atau bonceng tiga ini sering kali diasosiasikan dengan kenakalan remaja atau perilaku berkendara yang tidak tertib. Dalam kacamata hukum dan keselamatan berkendara di Indonesia, tindakan ini jelas melanggar aturan. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) secara tegas melarang pengemudi sepeda motor mengangkut lebih dari satu penumpang.
Bahaya dari aktivitas boti (bonceng tiga) meliputi:
- Hilangnya Keseimbangan: Sepeda motor didesain untuk beban tertentu dan distribusi berat yang spesifik. Menambah penumpang ketiga akan mengganggu center of gravity kendaraan.
- Kesulitan Manuver: Pengemudi akan kesulitan saat harus berbelok atau melakukan pengereman mendadak karena beban yang berlebih.
- Risiko Kecelakaan Fatal: Karena sering kali dilakukan tanpa perlengkapan keselamatan yang memadai (seperti helm untuk semua penumpang), risiko cedera fatal saat kecelakaan meningkat drastis.
Namun, jika Anda menemukan kata ini di media sosial seperti TikTok atau Twitter dengan konteks yang terasa berbeda atau dijadikan bahan candaan dewasa, maka maknanya bergeser jauh dari sekadar bonceng tiga. Dalam konteks bahasa gaul viral yang diadopsi dari komunitas tertentu, boti adalah istilah slang yang merujuk pada peran seksual seseorang.
Kata ini diyakini berasal dari kata bahasa Inggris "Bottom", yang kemudian diindonesiakan dan diperhalus pengucapannya menjadi "Boti". Dalam dinamika hubungan sesama jenis (khususnya pada komunitas laki-laki), istilah ini merujuk pada pihak yang memegang peran pasif atau "di bawah". Lawan kata dari istilah ini biasanya disebut sebagai "Top" atau dalam bahasa gaul sejenis sering disebut "Topi".
Penggunaan istilah ini meluas ke ranah publik (mainstream) karena algoritma media sosial yang sering kali mengangkat konten-konten dari berbagai latar belakang komunitas (FYP). Banyak warganet yang menggunakan kata ini sebagai:
- Kode atau Eufemisme: Untuk membicarakan preferensi seksual tanpa terdengar terlalu vulgar.
- Bahan Candaan (Jokes): Sering kali digunakan dalam meme atau komentar sarkas untuk menggoda seseorang yang terlihat feminin atau memiliki karakteristik tertentu yang diasosiasikan dengan peran tersebut.
- Identitas Digital: Bagi sebagian orang dalam komunitas tersebut, kata ini menjadi penanda identitas di dunia maya.
Viralnya kata boti tidak lepas dari budaya remix culture di TikTok. Awalnya, mungkin istilah ini hanya beredar di kalangan terbatas. Namun, ketika konten kreator mulai membuat video sketsa komedi, pov (point of view), atau drama yang menyelipkan kata tersebut, audiens yang lebih luas mulai mencari tahu artinya.
Ketidaktahuan sebagian masyarakat akan makna ganda ini sering kali menimbulkan situasi komikal atau kesalahpahaman. Misalnya, seseorang mungkin mengaku suka "boti" dengan maksud suka berboncengan tiga bersama teman-temannya, namun audiens yang memahami makna slang (bottom) akan menangkapnya dengan arti yang sama sekali berbeda. Ambiguitas inilah yang sering kali memicu interaksi tinggi (engagement) di media sosial, membuat kata tersebut semakin populer.
Pentingnya Memahami Konteks Bahasa GaulSebagai pengguna internet yang cerdas, memahami konteks boti adalah hal yang krusial sebelum menggunakannya. Bahasa adalah instrumen yang cair, dan satu kata bisa memiliki dampak yang berbeda tergantung kepada siapa dan di mana kata tersebut diucapkan.
Berikut adalah tips menyikapi istilah viral seperti boti:
- Perhatikan Konteks Kalimat: Jika pembicaraan seputar motor atau jalan raya, maka artinya adalah bonceng tiga. Jika pembicaraan seputar hubungan atau karakteristik seseorang, kemungkinan besar merujuk pada makna slang dewasa.
- Bijak dalam Menggunakan: Hindari menggunakan istilah yang Anda tidak pahami sepenuhnya maknanya, terutama di forum resmi atau saat berbicara dengan orang yang lebih tua.
- Edukasi Diri: Mencari tahu arti kata di sumber terpercaya (seperti artikel ini) membantu Anda terhindar dari rasa malu akibat salah ucap (faux pas).
Dapat disimpulkan bahwa boti adalah kata yang memiliki homonim atau makna ganda dalam pergaulan masa kini. Di satu sisi, ia adalah akronim lokal untuk pelanggaran lalu lintas Bonceng Tiga. Di sisi lain, ia adalah serapan slang dari kata Bottom yang merujuk pada preferensi peran dalam aktivitas seksual komunitas tertentu.
Memahami evolusi bahasa gaul seperti ini penting agar kita tidak terjebak dalam kesalahpahaman komunikasi. Terlepas dari makna mana yang Anda temui, literasi digital menuntut kita untuk selalu kritis dan cermat dalam memfilter informasi serta kosakata yang kita konsumsi setiap hari di media sosial.




