JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengatakan ribuan buruh akan kembali menggelar aksi besar-besaran di depan Istana Negara pada Kamis, 8 Januari 2026.
Said menyebut buruh akan melakukan konvoi dengan diikuti 5.000 hingga 10.000 sepeda motor. Mereka berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bogor, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Cimahi, Cianjur, Sukabumi, Bandung, hingga Majalengka.
Aksi ini merupakan bentuk perlawanan terhadap kebijakan upah minimum Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur Jawa Barat yang dinilai melanggar Putusan Mahkamah Konstitusi dan Peraturan Pemerintah tentang Pengupahan, serta memperlebar kesenjangan sosial.
Baca Juga: Link Download Logo Harlah 1 Abad NU 2026 dan Temanya
"Ini tentang keadilan, konstitusi, dan masa depan buruh. Ketika pemerintah daerah mengabaikan peraturan terkait pengupahan dan Putusan MK, buruh tidak punya pilihan selain turun ke jalan dan meminta keadilan langsung kepada presiden,” kata Said Iqbal dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kompas TV, Rabu (7/1/2026).
Tuntutan yang akan dibawa dalam aksi ini yaitu pertama, meminta revisi UMP DKI Jakarta 2026 menjadi 100 persen Kebutuhan Hidup Layak (KHL) sebesar Rp 5,89 juta per bulan, serta memberlakukan UMSP DKI 2026 sebesar 5 persen di atas 100 persen KHL.
Sedangkan tuntutan kedua, meminta revisi SK Gubernur Jawa Barat tentang penetapan nilai UMSK di 19 kabupaten/kota se-Jawa Barat agar dikembalikan sesuai surat rekomendasi Bupati/Wali Kota masing-masing daerah.
Said Iqbal menjelaskan aksi akan dilakukan di Istana Negara lantaran Gubernur Jawa Barat KDM tidak lagi bersedia mendengar aspirasi buruh.
Ia menilai dalam menetapkan UMSK 2026 se-Jawa Barat, KDM telah melanggar PP Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan yang ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto.
Dalam PP itu disebutkan bahwa dalam penetapan UMSK di suatu provinsi, Gubernur tidak boleh mengubah rekomendasi yang diberikan oleh Bupati/Wali Kota.
Penulis : Dian Nita Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- buruh
- demo buruh
- demo buruh besok
- hari ini
- instana negara




