Pertumbuhan Sektor Jasa Jepang Melambat pada Desember, PMI Turun ke 51,6

idxchannel.com
1 hari lalu
Cover Berita

Sektor jasa Jepang mencatat pertumbuhan yang melambat pada Desember, mencatat level ekspansi terendah sejak Mei.

Pertumbuhan Sektor Jasa Jepang Melambat pada Desember, PMI Turun ke 51,6. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Sektor jasa Jepang mencatat pertumbuhan yang melambat pada Desember, mencatat level ekspansi terendah sejak Mei. 

Hal ini terjadi karena menurunnya permintaan secara keseluruhan, meskipun aktivitas dari pesanan ekspor baru menunjukkan perbaikan.

Baca Juga:
Bursa Asia Naik di Perdagangan Perdana 2026, Pasar China dan Jepang Masih Libur

Dilansir dari Reuters, Rabu (7/1/2026), Indeks Manajer Pembelian atau Purchasing Managers’ Index (PMI) Jasa Jepang dari S&P Global tercatat turun menjadi 51,6 pada Desember, dari 53,2 pada November. 

Angka tersebut juga lebih rendah dibandingkan estimasi awal sebesar 52,5, namun masih berada di atas ambang batas 50,0 yang menandakan ekspansi, dan memperpanjang tren pertumbuhan selama sembilan bulan berturut-turut.

Baca Juga:
BOJ Siap Naikkan Suku Bunga Lagi Jika Ekonomi Jepang Sesuai Prediksi

Survei menunjukkan bahwa meskipun permintaan asing kembali tumbuh untuk pertama kalinya sejak Juni, pertumbuhan pesanan baru secara keseluruhan melambat. 

Di sisi lain, tekanan biaya semakin meningkat, dengan biaya input naik pada laju tercepat sejak Mei akibat kenaikan harga bahan baku, tenaga kerja, bahan bakar, serta biaya konstruksi.

Baca Juga:
Peredaran Uang Tunai Jepang Turun Pertama Kali dalam 18 Tahun Usai BOJ Akhiri Stimulus

“Harga input terus menjadi perhatian utama bagi bisnis,” kata Direktur Asosiasi Ekonomi S&P Global Market Intelligence Annabel Fiddes.

 “Perusahaan menghadapi dua pilihan yang sulit antara membebankan biaya yang lebih tinggi kepada klien jika memungkinkan untuk mengurangi tekanan pada margin, tetapi juga tetap kompetitif untuk mendukung penjualan," katanya.

Di tengah tekanan biaya tersebut, sektor jasa Jepang justru mencatatkan peningkatan jumlah tenaga kerja dengan laju tercepat dalam lebih dari dua setengah tahun. Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan penjualan serta upaya perusahaan mengisi posisi kosong yang telah lama tertunda.

Kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek 12 bulan ke depan juga tetap kuat. Perusahaan berharap peluncuran produk baru, pembukaan gerai, serta peningkatan permintaan khususnya di sektor transportasi dan teknologi informasi akan mendorong penjualan ke depan.

Sementara itu, Indeks PMI Komposit S&P Global Jepang, yang menggabungkan kinerja sektor jasa dan manufaktur, tercatat turun ke level 51,1 pada Desember dari 52,0 pada November. Penurunan ini menunjukkan perlambatan pertumbuhan aktivitas ekonomi secara keseluruhan, seiring sektor jasa mencatat laju ekspansi paling lemah dalam tujuh bulan terakhir, meskipun aktivitas manufaktur mulai stabil setelah sebelumnya mengalami penurunan. (Reporter: Nasywa Salsabila) (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pandji Dinilai Bikin Gaduh, Eks Ketum KBPP Polri Sebut-sebut Nama Anies
• 8 jam lalufajar.co.id
thumb
PB Pertacami siapkan atlet untuk tembus Asian Games 2026
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Angin Puting Beliung Terjang Bandara Juanda, 2 Penerbangan Dialihkan Sejumlah Motor Rusak
• 53 menit lalurctiplus.com
thumb
Kejagung Datangi Kemenhut: Bukan Geledah, Cocokkan Data Kasus Perambahan Hutan
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Delpedro Minta Menko Yusril Rutin Pantau Pelayanan Kesehatan di Rutan
• 13 menit lalukompas.com
Berhasil disimpan.