Hiburan sederhana sering kali menjadi obat paling ampuh untuk melepas penat setelah seharian beraktivitas, salah satunya dengan membaca pantun lucu 2 baris. Dalam sastra Indonesia, jenis pantun singkat ini dikenal dengan sebutan Karmina atau pantun kilat. Berbeda dengan pantun pada umumnya yang terdiri dari empat baris, pantun dua baris ini memiliki struktur yang jauh lebih ringkas, padat, namun tetap memiliki unsur sampiran dan isi yang jenaka. Kepraktisan bentuknya membuat pantun jenis ini sangat digemari oleh generasi milenial dan Gen Z untuk dijadikan bahan candaan di tongkrongan maupun sebagai takarir (caption) di media sosial.
Daya Tarik Pantun Kilat atau KarminaPopularitas pantun lucu 2 baris tidak lepas dari sifatnya yang to the point. Baris pertama berfungsi sebagai sampiran yang sering kali tidak berhubungan langsung dengan makna, sementara baris kedua langsung menghantam dengan isi yang menggelitik perut. Struktur rima yang digunakan biasanya adalah a-a, sehingga terdengar sangat harmonis dan mudah diingat. Berikut ini adalah kompilasi pantun dua baris yang telah kami rangkum untuk berbagai suasana, mulai dari gombalan maut hingga sindiran halus yang menohok.
Pantun Lucu 2 Baris untuk Candaan TemanBercanda dengan teman dekat tentu kurang seru tanpa adanya lelucon yang segar. Berikut adalah referensi pantun singkat yang cocok dilontarkan saat sedang berkumpul bersama sahabat:
- Buah nangka buah manggis, nggak nyangka gue manis.
- Makan sambel pakai kedondong, jangan sebel dong.
- Ikan hiu makan badak, I love you mendadak.
- Ke pasar beli duku, entah nyasar di mana jodohku.
- Satu titik dua koma, kamu cantik siapa yang punya.
- Burung perkutut burung kutilang, kamu kentut nggak bilang-bilang.
- Makan duren sambil ngelamun, hati-hati kesambet setan gundul.
- Beli paku sama palu, kalau rindu bilang dulu.
- Minum jamu makan nangka, lihat kamu langsung suka.
- Ada gajah main gitar, ngga usah ngegas ntar gue hajar.
Selain untuk melucu, pantun jenis ini sangat efektif digunakan sebagai jurus ampuh meluluhkan hati pasangan atau orang yang sedang Anda dekati (gebetan). Kesan humoris namun romantis sering kali menjadi nilai tambah di mata pasangan. Berikut contohnya:
- Ikan hiu makan tomat, I love you so much.
- Beli ragi bikin roti, cuma kamu pujaan hati.
- Minum sekoteng di batu karang, ganteng dikit punya orang.
- Buah duku buah tomat, cintaku padamu sampai kiamat.
- Pergi ke pasar beli santan, pulangnya ketemu mantan.
- Dulu gelatik sekarang cendrawasih, dulu cantik sekarang masih.
- Hewan marmut putih warnanya, imut banget sih mukanya.
- Jalan mundur nabrak tukang jamu, aku ngga bisa tidur mikirin kamu.
- Kue cucur anget-anget, muka hancur pede banget.
- Satu tambah satu sama dengan dua, aku sama kamu kapan ke KUA?
Terkadang, menyampaikan kekesalan atau kritik tidak harus dengan marah-marah. Menggunakan pantun lucu 2 baris sebagai sarana sindiran justru bisa lebih kena sasaran tanpa menimbulkan ketegangan yang berlebihan. Simak pilihannya di bawah ini:
- Beli sosis di daerah Tebet, situ eksis tapi dompet ribet.
- Ke Cikini naik kereta, hari gini masih aja dusta.
- Makan ketan di pinggir jalan, mantan datang ngajak balikan.
- Ada itik makan kedondong, kalau cantik jangan sombong.
- Buka puasa makan kurma, situ puasa atau cuma gaya?
- Kura-kura dalam perahu, pura-pura tidak tahu.
- Pake gincu merah merona, situ lucu atau gila?
- Makan bakso pake sumpit, muka lo ko kaya sirkuit?
- Pergi ke Arab beli onta, situ akrab atau cari muka?
- Buah mangga buah kedondong, jangan bangga kalau nyolong.
Jika Anda ingin berkreasi membuat pantun sendiri, ada beberapa tips sederhana yang bisa diterapkan agar pantun yang dihasilkan tetap lucu dan sesuai kaidah:
- Perhatikan Rima Akhir: Pastikan suku kata terakhir pada baris pertama memiliki bunyi yang sama dengan suku kata terakhir pada baris kedua. Contoh: Tomat - Kiamat, Duku - Jodohku.
- Sampiran yang Absurd: Kunci kelucuan pantun 2 baris sering kali terletak pada sampiran (baris pertama) yang tidak masuk akal atau 'jaka sembung' (tidak nyambung) dengan isinya, namun memiliki rima yang pas.
- Isi yang Mengena: Baris kedua haruslah punchline. Pastikan kalimat di baris kedua berisi pesan utama, baik itu gombalan, ledekan, atau curahan hati yang relevan dengan situasi.
- Singkat dan Padat: Jangan gunakan kalimat yang terlalu panjang. Semakin singkat, semakin mudah diingat dan semakin cepat efek humornya tersampaikan.
Menggunakan pantun dalam percakapan sehari-hari tidak hanya melestarikan budaya literasi Indonesia, tetapi juga mencairkan suasana yang kaku. Dengan kumpulan pantun lucu 2 baris di atas, Anda kini memiliki banyak amunisi untuk membuat status WhatsApp, Instagram Story, atau sekadar membuat orang-orang di sekitar Anda tertawa bahagia. Selamat mencoba!



