FAJAR, MAKASSAR — Peluang Kenzo Nambu untuk kembali berseragam PSM Makassar kian meredup. Di tengah sinyal kuat kerinduan sang pemain untuk pulang ke Kota Daeng, sikap manajemen Juku Eja justru terkesan setengah hati. Situasi ini membuka ruang bagi klub lain untuk bergerak cepat, termasuk Persipal Palu yang kini disebut-sebut berada di posisi terdepan.
Nama Kenzo Nambu kembali menghangat seiring mendekatnya bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026. Statusnya yang tanpa klub membuat gelandang serang asal Jepang itu menjadi opsi realistis bagi banyak tim. Namun bagi publik Makassar, Kenzo bukan sekadar pemain bebas transfer—ia adalah bagian dari sejarah emas PSM.
Kenzo sendiri tak menutupi kedekatan emosionalnya dengan PSM Makassar. Dalam pernyataan terbuka pada Rabu, 31 Desember 2025, ia secara jelas menyebut PSM sebagai klub yang memiliki tempat khusus dalam karier profesionalnya.
“PSM memiliki arti sangat penting bagi saya. Itulah mengapa saya selalu mengikutinya dan selalu respect kepada mereka,” ujar Kenzo.
Pernyataan itu ditafsirkan luas sebagai sinyal kesiapan untuk kembali. Apalagi PSM tengah menghadapi persoalan klasik di lini serang: produktivitas yang menurun dan minimnya pemain kreatif yang mampu memecah kebuntuan dari lini kedua.
Kenangan Manis yang Masih Segar
Kenzo Nambu merupakan salah satu figur kunci saat PSM Makassar menjuarai Liga 1 2022/2023. Ia dikenal sebagai gelandang serang dengan naluri gol tinggi, cerdas mencari ruang, dan berani mengeksekusi tembakan jarak jauh.
Selama dua musim berseragam Juku Eja, Kenzo mencatatkan 74 penampilan, dengan torehan 23 gol dan 5 assist—statistik yang sangat impresif untuk pemain non-striker.
Kontribusinya kerap hadir di momen-momen krusial. Gol penentu, pergerakan tanpa bola, hingga kemampuannya menarik perhatian bek lawan membuat lini serang PSM lebih dinamis kala itu.
Namun nostalgia dan performa masa lalu rupanya belum cukup untuk membuat PSM bergerak cepat.
PSM Terlihat Ragu, Peluang Pun Terbuka
Hingga memasuki awal Januari 2026, belum ada langkah konkret dari PSM Makassar untuk mendekati Kenzo secara serius. Tidak ada pembicaraan resmi, tidak ada sinyal negosiasi terbuka, bahkan tidak ada indikasi bahwa namanya masuk prioritas utama tim pelatih.
Di sisi lain, PSM justru sedang berada dalam fase sulit. Konsistensi menjadi masalah besar, produktivitas gol menurun, dan kreativitas lini tengah kerap dipertanyakan—seperti tercermin dari rangkaian hasil kurang memuaskan dalam beberapa pekan terakhir.
Situasi inilah yang kemudian dimanfaatkan klub lain.
Persipal Palu disebut aktif menjajaki peluang mendatangkan Kenzo Nambu. Klub tersebut membutuhkan figur berpengalaman untuk mengangkat kualitas permainan sekaligus memberi efek psikologis di ruang ganti.
Bagi Persipal, Kenzo bukan hanya pemain teknis, tetapi juga simbol ambisi.
Perjalanan Karier yang Berliku
Setelah meninggalkan PSM, Kenzo Nambu melanjutkan karier ke Bali United pada Juli 2024 untuk musim 2024/2025. Namun, kebersamaannya tak berlangsung lama. Pada Januari 2025, ia kembali berpindah klub sebelum akhirnya merapat ke Borneo FC pada putaran kedua musim yang sama.
Sayangnya, periode tersebut tak berjalan mulus. Cedera mengganggu kontinuitas penampilannya dan membuatnya kesulitan mencapai ritme terbaik. Usai kompetisi 2024/2025 berakhir, Kenzo kembali berstatus tanpa klub.
Kini, ia memilih kembali ke Jepang untuk memulihkan kondisi dan menjaga kebugaran. Kenzo rutin berlatih secara mandiri, memastikan fisik dan mentalnya tetap siap jika tawaran datang.
Dan tawaran itu kini benar-benar ada.
PSM Bisa Menyesal?
Jika Kenzo benar-benar berlabuh ke Persipal Palu, PSM Makassar berpotensi menyesali sikap pasif mereka. Terlebih jika sang pemain mampu kembali menemukan performa terbaiknya dan menjadi pembeda di klub barunya.
Di usia yang masih produktif dan dengan pemahaman mendalam tentang atmosfer Liga Indonesia, Kenzo sejatinya merupakan solusi instan—murah, berpengalaman, dan punya ikatan emosional kuat dengan PSM.
Namun sepak bola selalu berpihak pada mereka yang bergerak cepat.
Dan untuk saat ini, PSM Makassar terlihat ragu, sementara Persipal Palu justru membaca peluang.
Bagi Kenzo Nambu, pilihan mungkin tak lagi soal nostalgia, melainkan tentang klub yang benar-benar menginginkannya.





