Kaget! Mahfud MD Sebut Baru Pertama Lihat Penjagaan TNI di Sidang Nadiem Makarim

bisnis.com
1 hari lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Pakar Hukum Tata Negara, Mahfud MD angkat bicara soal pengerahan TNI dalam pengamanan di ruang sidang terkait kasus Chromebook Nadiem Makarim.

Mahfud mulanya mengaku kaget ketika melihat prajurit TNI ikut mengamankan sidang Nadiem Makarim. Sebab, standar pengamanan di sidang biasanya dikawal kepolisian atau pengamanan pengadilan itu sendiri.

"Ya, agak kaget juga karena bagi saya itu rasanya baru pertama, ya. Saya tidak tahu orang lain apa pernah melihat ada sidang pengadilan kok dijaga oleh TNI dan berdiri di depan pula kan," ujar Mahfud di YouTube @MahfudMD dikutip Rabu (7/1/2026).

Namun demikian, kata Mahfud, berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) No.5/2020 sejatinya pengamanan di pengadilan cukup dilakukan oleh Pam internal. 

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });

Namun, pengamanan bisa dilakukan oleh Polri dan atau TNI apabila sidang kasus yang menarik perhatian masyarakat atau terkait terorisme sebagaimana Pasal 10 Ayat 6.

"Nah, lalu ada Pasal 10 Ayat 6 ya, tetapi untuk hal-hal yang menarik perhatian umum, bisa itu yang mengamankan Polri dan atau TNI, asal dikoordinasikan dengan pengadilan," imbuhnya.

Baca Juga

  • Kadispenad TNI: 3 Prajurit Hadir di Sidang Nadiem karena Diminta Kejaksaan
  • Kejagung Beberkan Alasan Pengamanan TNI di Sidang Nadiem Makarim
  • Hakim Tegur Prajurit TNI yang Amankan Sidang Nadiem Makarim, Ada Apa?

Meskipun begitu, Mahfud menilai bahwa pengamanan oleh TNI di sidang pengadilan negeri harus menjadi perhatian publik karena itu merupakan ranah sipil.

Terlebih, persidangan korupsi tidak membahayakan atau menimbulkan kerusuhan. Oleh sebab itu, Mahfud berpendapat bahwa pengamanan bisa dilakukan secara internal pengadilan atau jika mendesak bisa mengerahkan Polri.

"Korupsi menarik tetapi tidak membahayakan, tidak menimbulkan kerusuhan. Kalau terorisme, pembunuhan berencana, dan sebagainya bisa menarik. Kalau korupsi biasanya menarik perhatian tapi tidak membahayakan juga, ya. Bisa cukup pengamanan internal. Kalau terpaksa ya polisi," pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menko Polkam Bangun 104 Unit Hunian Tetap di Aceh Utara
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
84 Persen Generasi Z Tolak Wacana Pilkada Lewat DPRD
• 10 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Icel Penuhi Panggilan Polisi Terkait Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anrez Adelio
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Diperiksa 10 Jam, Wagub Babel Hellyana Dicecar 25 Pertanyaan soal Ijazah Palsu
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
Amran Ungkap Sudah Pecat 192 Pejabat Kementan-Cabut 2.300 Izin Distributor Pupuk
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.