Perusahaan Scam di Sleman Punya 200-an Pegawai, Tipu hingga Rp33 M per Bulan

kumparan.com
1 hari lalu
Cover Berita

Perusahaan PT Altair Trans Service yang beroperasi di Jalan Gito Gati, Sleman, diduga menjalankan praktik penipuan daring berupa love scamming dengan melibatkan sekitar 200 karyawan dan menargetkan pendapatan hingga Rp33 miliar per bulan. Kasus tersebut terungkap setelah penggerebekan yang dilakukan kepolisian pada Senin (5/1) sekitar pukul 13.00 WIB.

Dalam jumpa pers, Kasatreskrim Polresta Yogyakarta Kompol Riski Adrian menjelaskan perusahaan tersebut menerapkan tiga shift jam kerja dengan target transaksi berbasis koin dalam jumlah besar.

“Setiap shift memiliki target dua juta koin, itu kan hampir 11 M. Kalau tiga shift itu kan berarti ya tinggal 11 miliar kali tiga. Per bulan,” jelas Riski kepada awak media, Rabu (7/1).

Dalam operasionalnya, karyawan PT Altair Trans Service berperan sebagai agen percakapan pada aplikasi kencan daring asal luar negeri. Agen melakukan interaksi dengan pengguna aplikasi, kemudian mengirimkan konten berupa foto dan video bermuatan pornografi secara bertahap. Untuk dapat mengakses konten tersebut, pengguna diwajibkan mengirim gift dengan besaran tertentu.

Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia menerangkan, besaran gift dalam aplikasi tersebut bervariasi, mulai dari gift mawar senilai 8 koin, mahkota 199 koin, tiara 699 koin, hingga supercar 999 koin. Para agen ditarget perusahaan untuk mencapai 3.000 hingga 6.000 koin setiap hari.

Dalam aplikasi tersebut, 16 koin setara dengan 5 dolar Amerika Serikat. Koin yang dibeli pengguna ditampung oleh pemilik aplikasi asal Cina berinisial Z.C (Zhang Chi) sebelum dikonversi menjadi uang.

Terkait pendapatan pimpinan perusahaan, Riski menyampaikan keterangan awal dari tersangka.

“Kalau yang bersangkutan itu per gaji dia dapat Rp 750.000 dari gaji pokok. Jadi, menurut keterangan CEO atau owner ini, dia ini penyedia outsourcing-nya. Jadi dia digaji sebesar Rp 4.500.000, jadi yang dibayarkan ke karyawan Rp 3.500.000, sisanya itu dia,” kata Riski.

Meski demikian, kepolisian menegaskan masih melakukan pendalaman terhadap aliran dana.

“Namun ini masih kita ada alami lagi terkait ya kita follow the money lah, nanti kita cek aliran dana-nya,” ujarnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
SMSI Serahkan Anugerah Sahabat Pers Indonesia Kepada Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian
• 11 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Pramono Anung: Demo di Patung Kuda Bukan soal UMP Jakarta
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Reaksi Cici Paramida Lagu Jangan Tunggu Lama-lama Viral Lagi
• 4 jam laluinsertlive.com
thumb
Bangkitkan Kenangan Gita Cinta dari SMA, Yessy Gusman Kembali Jadi Ratna di Cerita Musikal Bukan Cinta Galih/Ratna
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Ketua MK dan Menkumham Tegaskan Seluruh Putusan Mahkamah Konstitusi Wajib Dijalankan
• 19 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.