Grid.ID - Aktris senior Yessy Gusman kembali terlibat dalam proyek baru cerita musikal bertajuk Bukan Cinta Galih/Ratna. Proyek ini menandai kembalinya Yessy ke kisah Galih dan Ratna yang pernah membesarkan namanya.
Yessy dikenal luas sebagai pemeran Ratna dalam film legendaris Gita Cinta dari SMA yang dirilis pada 1979. Film tersebut mempertemukannya dengan Rano Karno dan menjadi salah satu karya ikonik perfilman Indonesia.
Kini, setelah puluhan tahun berlalu, Yessy Gusman kembali memerankan karakter Ratna versi dewasa dalam proyek terbaru ini. Sementara itu, Ratna versi muda akan diperankan oleh Salshadilla Juwita dalam format cerita musikal yang dikemas lebih segar.
“Saya merasa senang karena mengingatkan lagi kepada film Gita Cinta dari SMA di mana saya ikut berperan sebagai Ratna di zaman SMA dulu,” ujar Yessy Gusman saat ditemui di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (8/1/2026). Ia mengaku perasaan bahagia itu muncul karena proyek ini membawanya bernostalgia.
Yessy mengatakan bahwa adaptasi musikal sebenarnya pernah dibuat sebelumnya. Meski begitu, ia menilai versi terbaru ini memiliki keunikan tersendiri.
“Kalau nggak salah musikal teaternya juga pernah dibikin juga deh. Jadi ini bukan baru pertama kali, cuman yang menarik karena yang akan main nanti anak-anak kebanyakan dari Gen Z,” katanya. Menurutnya, keterlibatan generasi muda memberi warna baru dalam cerita ini.
Tak hanya dari sisi pemain, Yessy juga menyoroti sosok sutradara yang terlibat dalam proyek tersebut. Ia mengaku cukup takjub dengan usia sutradara yang masih sangat muda.
“Saya pun menyambut dengan gembira karena cerita ini akan dibuat lagi dalam suatu versi yang berbeda dengan sutradra yang berusia 18 tahun serta mayoritas pemain Gen Z yang terlibat,” ungkapnya. Ia menilai kolaborasi lintas generasi ini sangat menarik.
Bagi Yessy, proyek ini bukan sekadar pementasan biasa. Ia melihatnya sebagai wujud kekuatan seni dalam menyatukan berbagai usia.
“Ini menjadi salah satu bukti bahwa melalui seni peran, tari dan musik bisa menyatukan generasi yang berbeda dalam satu keindahan,” ujarnya. Ia berharap pesan tersebut bisa sampai kepada para penonton.
Wanita berusia 63 tahun ini juga menegaskan bahwa versi musikal kali ini akan berbeda dari adaptasi sebelumnya. Menurutnya, setiap versi memiliki karakter dan nuansa tersendiri.
“Kita lihat nanti akan menarik ya karena ini beda loh. Beda dengan yang film pertama maupun kedua atau ketiga. Kalau yang pertama itu kan yang kita, terus yang kedua itu dibikin versi zaman sekarang. Yang ketiga Prilly, itu balik lagi ke zaman dulu dengan bahasa bakunya dan lain-lain,” jelasnya. Ia menilai setiap adaptasi mengikuti perkembangan zamannya.
Yessy berharap proyek musikal ini dapat berjalan lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat. Ia juga mengajak para penikmat seni untuk ikut mendukung pementasan tersebut. “Mohon dukungan agar pementasan ini sukses,” tutupnya. (*)
Artikel Asli




