Tekanan angin ban sepeda motor tetap perlu dijaga di angka ideal. Sebaiknya gunakan nitrogen agar lebih awet dan fluktiasi tekanan udara dalam ban tidak terlalu tinggi. Hal ini penting dipahami agar ban juga tidak cepat rusak.
Lalu berapa kali idealnya mengisi angin ban di sepeda motor? Tentu hal ini tidak terikat ke waktu. Mengingat semakin sering sepeda motor digunakan, maka kecenderungan tekanan angin ban bertahan, itu cukup baik.
Ketika sepeda motor jarang digunakan, terutama saat mengisi angin biasa, tentu ban anginnya juga akan menguap sedikit demi sedikit. Apalagi sepeda motor diparkir di tempat terbuka. Kondisi panas dan dingin ikut berkontribusi membuat angin ban cepat menguap. Baca Juga:
Tren Modifikasi Cat Kendaraan, Warna Custom Bakal Digemari Tahun 2026
Secara kasat mata bisa dinilai bahwa ban tersebut masih ideal untuk digunakan berkendara. Atau juga bisa dirasakan saat bermanuver terasa oleng. Jika kondisi tersebut terjadi, maka sebaiknya segera menambahkan udara ke dalam ban.
Idealnya, ban harus isi angin jika menggunakan nitrogen, paling tidak sebulan sekali. Sementara saat menggunakan udara biasa, sebaiknya dilakukan pengisian paling tidak 2-3 sekali.
Sementara untuk tekanan bisa diberdakan berdasarkan jenis sepeda motornya. Untuk tipe Matic/Bebek, bagian depan 29-30 PSI dan bagian belakang 33-36 PSI. Kemudian untuk tipe sport, bagian depan 30-34 PSI dan belakang 36-42 PSI. Sedangkan tipe motor traik lebih rendah, yaitu 20-25 PSI (depan-belakang).
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)



