Profil Diamond Citra Propertindo (DADA): Harga Sahamnya ARA dan ARB dalam Sehari

katadata.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

Harga saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) mendadak melonjak pada perdagangan Rabu (7/1). Setelah stagnan di level 50 alias gocap selama hampir tiga bulan terakhir, harga saham emiten properti ini tiba-tiba melesat hingga menyentuh batas atas harga saham atau auto rejection atas (ARA).

Harga saham emiten yang sempat diisukan memiliki alamat di sebuah warung kelontong ini bergerak naik turun seperti roller coaster pada hari ini. Pada pukul 10.15 WIB, harga sahamnya melesat hingga menyentuh  ARA di level 67 atau naik 34% dari posisi sebelumnya.

Namun, naiknya saham DADA tidak bertahan lama. Memasuki sesi II perdagangan pada pukul 13.30 WIB, harga saham DADA langsung terjun ke auto reject bawah (ARB) dan anjlok kembali ke level 50.

Setelah itu, pergerakan saham DADA berfluktuasi. Hingga pukul 14.48 WIB, harga sahamnya tercatat naik 22% atau 11 poin ke level 61. Lonjakan dan penurunan harga yang ekstrem ini memicu perhatian pelaku pasar, terutama investor ritel.

Saham DADA sebelumnya juga sempat menjadi sorotan setelah muncul isu di media sosial yang menyebut lokasi kantor perusahaan berada di sebuah toko kelontong. Isu tersebut sempat memberikan sentimen negatif terhadap pergerakan  saham ini.

Lonjakan pada harga saham DADA kemungkian dipicu oleh pernyataan anak Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa, yakni Yudo Achilles Sadewa di sebuah grup investasi.

“Gw tiba-tiba mimpi DADA ke Rp 300 ribu tadi malam. Ada uang aku Rp 10 juta nyangkut,” demikian tertulis dalam keterangannya.

Profil Diamond Citra (DADA)

PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) merupakan perusahaan yang bergerak di sektor properti dan real estat. Berdasarkan profil perusahaan, perseroan mengusung konsep pengembangan properti eksklusif yang berlokasi di pusat kota dengan desain modern dan inovatif sebagai identitas merek.

Perseroan menyebut pendekatan tersebut mendapatkan respons positif dari pasar yang ditopang oleh kemitraan yang erat dengan pemasok, kontraktor, serta kepercayaan konsumen.

Perseroan mulai beroperasi pada 2005 dan telah mengembangkan sekitar 20 proyek perumahan, dua kompleks ruko, satu gedung bertingkat tinggi dan dua gedung bertingkat rendah. Perseroan juga berencana menambah dua proyek low-rise di Depok dan Jakarta.

Melalui unit usahanya, Diamondland Development (DLD), perseroan menargetkan diri menjadi mitra terpercaya di industri properti nasional.

Perseroan resmi berdiri pada 29 Desember 2014. Pada 2015, perusahaan mengembangkan proyek Diamond Amara Avenue (DAVE). Selanjutnya, pada 2017 perseroan menggarap Apple 1 Residence, disusul serah terima unit Apartemen DAVE pada 2018 serta pengembangan proyek River 8 dan Prime Home.

Pada 2019, DADA mengakuisisi 99,44% saham PT Arba Propertindo dan mengembangkan sejumlah proyek lain seperti Puri di Kemang, Kirana House, Crystal di Blok M, serta Apple 3 Condovilla. 

Pada tahun yang sama, pemegang saham menyetujui rencana penawaran umum perdana saham (IPO). Proses IPO kemudian direalisasikan pada 2020 dengan pencatatan saham berkode DADA di Bursa Efek Indonesia.

Berdasarkan laporan kepemilikan saham oleh direksi maupun komisaris, hanya satu pihak yang tercatat masih menggenggam saham DADA, yakni Komisaris Tjandra Tjokrodiponto. Ia tercatat menggenggam saham DADA sebanyak 35 juta atau 0,47%. 

Dengan perhitungan itu, pemegang saham atau investor yang memiliki saham DADA di bawah 5% sebanyak 70,40% dengan jumlah saham 5,23 miliar dan jumlah pemegang saham sebanyak 70.489 investor. 

Dewan Komisaris

  • Komisaris Utama: Anisah
  • Komisaris: Tjandra Tjokrodiponto
  • Komisaris: Iwan Gunarwan Baroto

Dewan Direksi

  • Direktur Utama: Adam
  • Direktur: Bayu Setiawan
Ramai Isu Lokasi Kantor Berupa Toko Kelontong

Di tengah sorotan besarnya persentase investor ritel di saham DADA, sebuah akun di media sosial @parakontrarian sempat membagikan tangkapan Google Street View yang menampilkan lokasi kantor PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA). Dalam unggahan itu, titik koordinat PT Diamond Citra Propertindo merujuk pada sebuah warung kelontong.

Tampilan Google Street View juga memperlihatkan titik kantor DADA berada di deretan warung kelontong di sebuah jalan kecil. Adapun berdasarkan profil perusahaan tercatat yang ada di Bursa Efek Indonesia, lokasi kantor DADA berada di Jl. Palakali Raya, Kec. Kukusan, Kec.Beji, Depok, Jawa Barat.  

Merespons isu yang beredar, Direktur DADA Bayu Setiawan, menegaskan bahwa informasi dalam informasi tersebut tidak benar. Ia menjelaskan Dave Apartment merupakan properti yang dikembangkan oleh perseroan sekaligus menjadi lokasi resmi kantor perusahaan. Kantor PT Diamond Citra Propertindo Tbk berada di area komersial Dave lantai GF, yakni kawasan komersial yang juga dibangun dan dikembangkan oleh DADA.

“Dengan demikian, tidak benar bahwa kantor Perseroan berada di warung kelontong sebagaimana diberitakan,” ujar Bayu dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (20/11). 

PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) merupakan pengembang properti yang berdiri pada 2005. Perusahaan ini telah membangun 20 proyek residensial, dua kompleks ruko, satu gedung tinggi, dua gedung bertingkat rendah, serta dua proyek low-rise yang sedang dipersiapkan di Depok dan Jakarta. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kejagung Klarifikasi Kehadiran Penyidik di Kemenhut: Bukan Penggeledahan
• 14 jam laluokezone.com
thumb
Polisi Bandara Soetta amankan perempuan diduga pramugari gadungan
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Jawaban Maskapai soal Pramugari Batik Air Gadungan
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
BPKB Hilang? Ini Syarat, Biaya, dan Cara Mengurusnya
• 14 jam lalumedcom.id
thumb
Tindaklanjuti Audit PPATK, Bareskrim Polri Sita Rp37 Miliar Uang Judi Online
• 23 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.