Liputan6.com, Jakarta - Media sosial masih menjadi kanal utama penyebaran disinformasi sepanjang 2025. Dari berbagai platform yang dipantau, Facebook tercatat sebagai medium paling dominan dalam menyebarkan Disinformation Flow Index (DFK).
Temuan ini disampaikan oleh Tim Evident Institute dalam Konferensi Pers Kaleidoskop Kebohongan Publik 2025 dan Tantangan 2026, Selasa, 6 Januari 2026.
Advertisement
BACA JUGA: Australia Larang Anak Main Media Sosial, Lebih dari 1 Juta Akun Bakal Dihapus
Persebaran DFK di tingkat paling tinggi adalah Facebook dengan 55% kemudian disusul TikTok 17,4%, X (Twitter) 13%, Instagram 7%, WhatsApp 5,9%, YouTube 2,8%, dan media online lainnya 2,5%, lalu ditutup oleh Trends (bagian dari Instragram) 0,5%.



