Lebih Transparan, BI Ganti JIBOR dengan Indonia per 2026

kompas.id
1 hari lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS – Mulai 1 Januari 2026, Bank Indonesia menghentikan publikasi Jakarta Interbank Offered Rate atau JIBOR dan menggantinya dengan Indonesia Overnight Index Average atau Indonia. Pergantian ini diklaim akan membuat suku bunga acuan lebih transparan dan tepercaya.

Kepala Grup Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia (BI) Arief Rachman mengatakan, BI telah menghentikan publikasi JIBOR secara resmi per 1 Januari 2026. Sebagai gantinya, referensi suku bunga acuan di pasar keuangan Indonesia akan menggunakan Indonia.

“Ketika kita menghetikan JIBOR dan memperkenalkan Indonia ini merupakan bagian dari global benchmark reform di dunia,” katanya dalam taklimat media, di Jakarta, Selasa (7/1/2026).

Indonia merupakan suku bunga acuan dalam kurs rupiah yang dihitung berdasarkan transaksi aktual pinjam-meminjam di pasar uang antarbank (PUAB) secara overnight atau satu malam. Pembentukan Indonia berasal dari seluruh transaksi PUAB yang dilaporkan melalui Laporan Harian Bank Umum.

Sebelumnya, BI sudah mulai mempublikasikan Indonia sejak 1 Januari 2019 secara pararel dengan JIBOR. Hingga 31 Desember 2025, publikasi JIBOR masih dilakukan dalam jangka waktu 1 minggu, 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan.

Di sisi lain, pelaku pasar pun secara bertahap telah mengacu pada Indonia. Survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, nilai kontrak keuangan JIBOR yang jatuh tempo sebelum 31 Desember 2025 turun 67,7 persen, dari sebesar Rp 140,37 triliun pada September 2024 menjadi Rp 45,28 triliun pada September 2025.

Sementara itu, aktivitas transaksi di PUAB juga menunjukkan kinerja yang baik seiring dengan peningkatan transparansi pasar. Hingga 19 Desember 2025, rata-rata nilai transaksi pinjam-meminjam antarbank dalam rupiah mencapai sekitar Rp 15,4 triliun per hari, atau sekitar 63,5 persen dari total transaksi.

Kita ingin suku bunga acuan (di pasar keuangan) bisa transparan dan bisa dipercaya, walaupun inisiatif ini bukan inisiatif dari Indonesia, tapi bagian dari inisiatif global.

Menurut Arief, suku bunga acuan merupakan elemen yang sangat penting di pasar keuangan, antara lain sebagai acuan dalam penentuan harga, pengambilan keputusan, serta valuasi aset bagi pelaku pasar. Dengan berbasis transaksi aktual, Indonia dinilai lebih akurat, obyektif, dan mencerminkan kondisi likuiditas pasar secara riil.

“Kita ingin suku bunga acuan (di pasar keuangan) bisa transparan dan bisa dipercaya, walaupun inisiatif ini bukan inisiatif dari Indonesia, tapi bagian dari inisiatif global,” ujarnya.

Berbeda dengan JIBOR yang mengacu kepada harga penawaran, pembentukan harga transaksi Indonia berbasis harga transaksi secara riil dan bersifat rata-rata tertimbang. Dengan demikian, suku bunga Indonia lebih transparan dan dapat dipercaya sebagai referensi atau acuan bagi para pelaku pasar.

Perdalam pasar

Dihubungi secara terpisah, ekonom dan Guru Besar Universitas Airlangga Rahma Gafmi berpendapat, Indonia akan menjadi acuan suku bunga baru di pasar keuangan Indonesia. Selain itu, reformasi ini juga akan memperdalam pasar keuangan.

“Ini sangat menarik karena selama ini Indonesia belum betul-betul mencapai  pendalaman pasar keuangan. Maka, peralihan ke Indonia diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan kredibilitas pasar keuangan Indonesia sehingga dapat meningkatkan pendalaman pasar keuangan,” tuturnya.

Baca JugaMeski Bunga Acuan Rendah, Transmisi Masih Berjalan Lambat

Di sisi lain, perubahan dari JIBOR ke Indonia turut membawa beberapa implikasi bagi para pelaku pasar, seperti perbankan. Dalam hal ini, bank perlu menyesuaikan kontrak keuangan yang menggunakan JIBOR dengan Indonia, termasuk melakukan re-papering dan menambahkan fallback clause language alias kesepakatan di masa transisi.

Selain itu, bank juga harus menyesuaikan perubahan sistem dan proses internal untuk mengakomodasi perubahan acuan suku bunga. Dengan kata lain, perbankan perlu mengembangkan produk keuangan baru yang menggunakan Indonia sebagai acuan suku bunga.

Menurut Rahma, kebijakan tersebut dapat berdampak signifikan bagi pendalaman pasar keuangan serta transmisi suku bunga kredit dan deposito. Ini mempertimbangkan Indonia yang cenderung lebih kredibel dan transparan dibandingkan dengan JIBOR.

“Indonia diharapkan dapat meningkatkan efektivitas transmisi suku bunga kredit dan deposito sehingga dapat meningkatkan stabilitas keuangan,” ujarnya.

Berdasarkan asesmen transmisi suku bunga kebijakan kepada suku bunga dasar kredit (SBDK) perbankan oleh BI, rata-rata tertimbang suku bunga kredit rupiah turun 4 basis poin (bps) menjadi 8,96 persen, sedangkan suku bunga kredit baru naik tipis 1 bps menjadi 9,34 persen pada November 2025.

Bila dibandingkan dengan JIBOR, Indonia tentu akan lebih kredibel dan transparan sebagai salah satu gambaran likuiditas perbankan sehingga bisa mempertajam strategi moneter Bank Indonesia maupun strategi operasional di masing-masing.

Padahal, sejak September 2025, BI tercatat telah memangkas suku bunga acuannya sebesar 150 bps, dari sebelumnya tercatat 6,25 persen menjadi 4,75 persen. Tingkat suku bunga acuan ini telah berada di level terendah sejak 2022.

Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David Sumual menambahkan, Indonia telah diluncurkan sejak 2018. Maka, secara operasional, tidak terlalu berdampak karena perbankan sudah melakukan transisi ke penggunaan Indonia secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir.

“Bila dibandingkan dengan JIBOR, Indonia tentu akan lebih kredibel dan transparan sebagai salah satu gambaran likuiditas perbankan sehingga bisa mempertajam strategi moneter Bank Indonesia maupun strategi operasional di masing-masing bank,” katanya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tahun Kedua Pelaksanaan MBG, BGN Kejar Target Tanpa Cacat
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KPK Dalami Peran Ayah Bupati Bekasi Ade Kuswara Terkait Suap Ijon Proyek
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Disney Resmi Umumkan Pemeran Rapunzel dan Flynn Rider di Live Action Tangled
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Ini Kriteria Kendaraan yang Dapat Diskon Pajak 50 Persen di Jakarta
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Sebanyak 501 ASN dan 18 pejabat BUMD Blora wajib lapor LHKPN 2025 
• 11 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.