Kasus Balita Lompat dari Balkon Jatinegara, Polisi Temukan Dugaan Penelantaran Anak

eranasional.com
1 hari lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur mengungkap kronologi peristiwa seorang balita berusia tiga tahun yang melompat dari balkon lantai dua sebuah rumah kontrakan di kawasan Rawa Bunga, Jatinegara. Peristiwa tersebut viral di media sosial dan memicu keprihatinan publik terhadap dugaan penelantaran anak.

Kepala Unit PPA Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur, Kompol Sri Yatmini, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan peristiwa itu terjadi pada Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

“Benar, kemarin viral di media sosial ada seorang anak balita usia tiga tahun, berinisial AC, yang melompat dari balkon lantai dua rumah kontrakan,” kata Sri Yatmini kepada wartawan di Mapolres Metro Jakarta Timur, Rabu.

Kasus ini terungkap setelah kepolisian menerima informasi dari unggahan di media sosial Facebook yang memperlihatkan seorang anak kecil terjatuh dari ketinggian lantai dua rumah. Video tersebut dengan cepat menyebar dan mengundang perhatian masyarakat.

Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas kepolisian langsung melakukan penelusuran untuk memastikan lokasi kejadian dan kondisi korban.

“Awalnya kami mendapat informasi dari media sosial. Dari situ kami telusuri dan akhirnya menemukan lokasi rumah kontrakan di wilayah Rawa Bunga,” ujar Sri.

Proses pencarian tidak berjalan mudah. Akses menuju lokasi kejadian diketahui sangat sempit, sehingga menyulitkan petugas untuk mencapai tempat kejadian perkara (TKP).

Namun, upaya pencarian terbantu berkat dukungan tokoh masyarakat setempat, pengurus RT, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta aparat kelurahan.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati rumah kontrakan dalam kondisi terkunci dari luar. Saat itu, tidak ada orang dewasa di dalam rumah.

“Rumah dikunci dari luar oleh ibunya. Ketika kami ketuk, tidak ada yang bisa membuka pintu,” kata Sri.

Karena khawatir terjadi hal-hal yang membahayakan anak-anak di dalam rumah, petugas akhirnya membuka pintu secara paksa dengan bantuan warga sekitar.

Setelah pintu berhasil dibuka, petugas menemukan tiga anak berada di dalam rumah. Ketiganya masing-masing berusia tujuh tahun, tiga tahun, dan dua tahun.

Balita berusia tiga tahun, berinisial AC, diketahui sebagai anak yang melompat dari balkon lantai dua. Sementara kakaknya yang berusia tujuh tahun diketahui tidak bersekolah pada hari itu karena diminta menjaga dua adiknya.

“Kakaknya yang usia tujuh tahun hari itu tidak sekolah. Dia diminta menjaga adik-adiknya, termasuk satu anak yang sedang sakit,” ujar Sri.

Saat ditemukan, korban AC sudah dalam kondisi terluka akibat terjatuh dari lantai dua.

Petugas juga mendapati kondisi rumah yang dinilai tidak aman bagi anak-anak, terlebih tanpa pengawasan orang dewasa. Di dalam rumah terdapat berbagai benda berbahaya seperti colokan listrik terbuka, kompor, serta peralatan rumah tangga lain yang mudah dijangkau anak-anak.

Kondisi ini semakin menguatkan dugaan bahwa ketiga anak tersebut berada dalam situasi yang berisiko tinggi terhadap keselamatan mereka.

Berdasarkan keterangan awal, sebelum peristiwa balita melompat dari balkon terjadi, sang ibu diduga sempat terlibat pertengkaran dengan teman dekatnya yang tinggal serumah.

“Informasi yang kami peroleh, sebelum kejadian ibu korban sempat berantem dengan teman dekatnya yang sudah satu rumah. Pertengkaran itu diduga disaksikan langsung oleh anak-anak,” kata Sri.

Diduga, peristiwa tersebut memicu kondisi emosional pada anak-anak. Dalam situasi tersebut, korban AC disebut mengambil sebuah kursi kecil berbahan kayu berwarna biru, kemudian naik ke balkon dan melompat dari lantai dua.

“Entah apa yang ada di pikiran anak tersebut, tetapi dia mengambil kursi kecil, naik ke balkon, lalu melompat,” ujar Sri.

Fakta lain yang cukup memprihatinkan terungkap dari keterangan warga sekitar. Menurut para tetangga, ketiga anak tersebut kerap ditinggalkan sendirian di rumah dan dikunci dari luar.

Warga mengaku sering mendengar anak-anak itu menangis dan berteriak meminta makan.

“Anak-anak ini sering dikasih makan tetangga lewat balkon dengan cara dilempar, karena mereka terkunci dari luar. Saat kami temukan pun, mereka dalam kondisi lapar,” kata Sri menirukan keterangan warga.

Saat ini, ketiga anak tersebut telah berada dalam perlindungan Unit PPA Polres Metro Jakarta Timur. Mereka juga menjalani proses asesmen bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) PPA untuk memastikan kondisi fisik dan psikologis mereka.

“Kami lakukan asesmen menyeluruh untuk memastikan pemulihan anak-anak, baik secara fisik maupun mental,” ujar Sri.

Sri Yatmini mengapresiasi kepedulian warga yang melaporkan peristiwa tersebut ke pihak berwajib. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor jika menemukan dugaan penelantaran atau kekerasan terhadap anak.

“Kalau orang tua merasa tidak mampu mengasuh anak, negara hadir. Kami punya rumah aman. Silakan diserahkan secara tertulis, jangan sampai anak-anak ditinggalkan tanpa pengawasan,” tegasnya.

Masyarakat juga diminta segera menghubungi layanan darurat 110 jika mengetahui kejadian serupa, dengan memberikan informasi yang lengkap dan akurat agar petugas dapat segera bertindak.

Kasus ini masih dalam penanganan Polres Metro Jakarta Timur. Polisi tengah mendalami peran dan tanggung jawab orang tua ketiga anak tersebut, termasuk dugaan penelantaran anak.

Adapun identitas anak-anak yang ditemukan di rumah kontrakan tersebut yakni PI (8) sebagai anak pertama, AC (3) sebagai anak kedua yang menjadi korban terjatuh, serta GKI (2) sebagai anak bungsu.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Doktif Desak Richard Lee Jujur ke Penyidik soal Produknya: Jangan Ngeles Lagi
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Wapres Gibran Perintahkan Gubernur Kalsel Tangani Serius Banjir Berulang di Musim Penghujan
• 3 jam lalupantau.com
thumb
RI Impor Solar 5 Juta Ton pada 2025, Bakal Disetop Mulai Semester II 2026
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Media Italia Berbondong-bondong Sindir Jay Idzes usai Sassuolo Dihajar Juventus 0-3: Blunder Fatal
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Jawaban Maskapai soal Pramugari Batik Air Gadungan
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.